Keduanya adalah Jodoh

Sipil dan Arsitek

Kebanyakan orang, tidak bisa membedakan Arsitek dan Teknik Sipil. Arsitek memang lebih populer dibanding Teknik Sipil di masyarakat umum, ketika ada suatu bangunan megah nan mewah, pasti akan ditanya, “Siapa Arsiteknya?”. Bagaimana dengan Teknik Sipil? Pengalaman saya sewaktu akan masuk Teknik Sipil ada tetangga saya yang bertanya, “Mengapa kamu masuk Teknik Sipil? Mengapa tidak jadi Polisi sekalian?” dia kira saya akan menjadi petugas keamanan Sipil yang seragamnya hijau itu. Haha, Tuhan Maha Asyik memang.

Dalam lingkup mahasiswa yang notabene non teknik, banyak juga yang tidak tahu perbedaan Arsitek dan Teknik Sipil. Penjelasan singkat saja, Arsitek menurut saya memelajari bagaimana merancang suatu bangunan agar terlihat indah, megah, nyaman, unik, serta membuat bangunan itu mempunyai auranya sendiri. Teknik Sipil lebih memelajari bagaimana agar bangunan yang Arsitek rancang bisa aman terhadap beban statis maupun dinamis serta tahan terhadap gempa dan atau beban lainya.

Seorang insinyur Sipil, bukan berarti tidak bisa merancang suatu bangunan, Sipil tidak hanya membangun mentah-mentah model yang Arsitek berikan, seorang Sipil bisa merancang suatu gedung, jembatan, bandara, pelabuhan, rumah dll.

Menurut saya, perbedaan Arsitek dan Sipil itu ibarat Syariat dan Hakikat. Pertama saya tegaskan bahwa Syariat dan Hakikat itu bukan level, bukan kelas tetapi suatu perjodohan. Saya ibaratkan Arsitek itu Syariat karena keilmuan Arsitek dalam pandangan saya lebih menitikberatkan pada keindahan luar, keindahan fisik sedangkan Teknik Sipil lebih kedalam kekuatan “tenaga dalam” atau “keimanan” suatu bangunan.

Jika dianalogikan apabila suatu bangunan itu adalah manusia, yang dipelajari Arsitek adalah bagaimana menata rambut, bagaimana ber-make up, bagaimana memakai pakaian yang pas dengan konsisi tubuh dll, semua yang sifatnya keindahan. Nah, Teknik Sipil banyak memelajari bagaimana agar kuat terhadap beban hidup, bagaimana agar kuat menghadapi cobaan, bagaimana agar tetap sehat. Tetapi bukan berarti Sipil tidak mempunyai sense keindahan, hanya saja tidak spesifik. Jadi, intinya Sipil lebih memelajari yang sifatnya kedalam, itulah Hakikat.

Suatu keindah jika tidak punya jiwa yang kuat, jiwa yang tangguh apalah artinya? bagus diluar jelek di dalam, ambruk. Akan tetapi juga, apabila sehat, kuat, tangguh tetapi tidak memiliki keindahan tidak beda dengan orang gila di pinggir-pinggir jalan, bukan?.

Keduanya memang berbeda secara substansial, tidak ada yang lebih buruk dari keduanya. Tuhan adil, Dia atur siapa yang belajar apa. Arsitek dan Sipil adalah Syariat dan Hakikat, Arsitek dan Sipil adalah perjodohan antara tubuh dan jiwa.

 

 

Jogjakarta, 18 Oktober 2014

~Org075

Iklan
%d blogger menyukai ini: