Pengukuran Topografi

Tahapan kegiatan pengukuran topografi akan dilakukan terdiri dari beberapa kegiatan sebagai berikut :
1.        Pekerjaan persiapan dan orientasi lapangan
Pekerjaan persiapan meliputi persiapan administrasi (perijinan), persiapan alat dan persiapan personil. Peralatan sebelum digunakan ditunjukkan kepada direksi dan dikalibrasi terlebuh dahulu. Sebelum dilakukan mobilisasi tim pengukuran dilakukan orientasi lapangan yang dilakukan oleh tenaga ahli yang bersangkutan beserta juru ukur, dengan maksud untuk mengadakan pengenalan daerah yang akan diukur, memperoleh informasi tentang keadaan lokasi dan batas areal yang akan diukur sesuai petunjuk direksi, mencari base camp, serta melakukan sinkronisasi rencana kerja dengan kondisi lapangan.
2.        Melakukan pembuatan patok-patok bantu dan alat bantu lainnya.
Konsultan akan menyediakan patok-patok bantu dari kayu dolken dan patok-patok dari beton bertulang (BM) untuk dipasang pada lokasi tertentu dan jarak tertentu untuk memindahkan titik-titik sementara. Patok-patok ini akan dijaga jangan sampai rusak, pada ujung kepala patok kayu itu dipasang paku berkepala bulat.
3.        Membuat titik tetap (BM) pada lokasi tertentu yang akan ditentukan kemudian oleh Direksi.
Titik tetap (BM) akan ditanam pada lokasi yang aman, kuat, stabil, tidak mudah hilang dan pada lokasi yang mudah dicari. Titik tetap diberi nomor dan kode pengenal yang dibuat dari plat marmer. Ukuran dan nomor kode pengenal akan ditentukan Direksi dan bardasar TTG peta rupa bumi.
4.        Penentuan titik awal
Peta topografi yang dihasilkan harus berkesinambungan dengan peta terdahulu/peta yang telah ada, untuk itu diperlukan informasi tentang titik kontrol serta sistem proyeksi yang digunakan sebagai titik referensi. Untuk titik tetap yang digunakan sebagai titik referensi akan ditentukan Direksi lapangan.
5.        Pengukuran kerangka horizontal
Pengukuran kerangka horisontal dilakukan dengan menggunakan metode poligon. Pengukuran poligon terdiri dari beberapa kring, yaitu poligon utama dan poligon cabang. Poligon utama akan terbagi dalam beberapa loop/kring utama yang mengelilingi areal survei yang akan ditetapkan, sedang untuk poligon cabang dimulai dan diakhiri di titik poligon utama. Unsur-unsur yang diukur pada pekerjaan ini meliputi sudut dan jarak. Untuk poligon utama sudut diukur dengan menggunakan alat Theodolit T2 atau yang sejenis, dan jarak diukur dengan menggunakan EDM, sedang untuk poligon cabang sudut dapat diukur dengan menggunakan Theodolit T0 dan jaraknya dapat diukur dengan menggunakan roll meter/ meet band dengan kontrol jarak optis. Ketentuan mengenai poligon utama sebagai berikut :
  •  Sudut horisontal dibaca dalam satu seri lengkap (B – B – LB – LB) dan selisih sudut hasil pembacaan tidak lebih dari 5 detik.
  •  Pengukuran jarak (dengan EDM) maksimum adalah 100 m, pengamatan dilakukan ke depan dan dikontrol dengan pengamatan ke belakang.
  • Toleransi kesalahan penutup sudut tidak boleh lebih dari 10”√N, dengan N adalah jumlah titik poligon.
  • Toleransi kesalahan penutup koordinat tidak boleh lebih dari 0,8√D meter, dengan semua sudut poligon sudah diratakan dan D adalah jumlah jarak sisi poligon.
  • Ketentuan untuk poligon cabang adalah sebagai berikut :
  • Sudut horisontal dibaca dalam satu seri (B – LB) dan selisih sudut hasil pembacaan tidak lebih dari 5 detik.
  • Pengukuran jarak maksimum adalah 100 meter, pengamatan dilakukan dua kali dengan meetband dan dikontrol dengan jarak optis.
  • Tolerasi kesalahan penutup sudut tidak boleh lebih dari 5”√N, dengan N adalah jumlah titik poligon.
  • Toleransi kesalahan penutup linear tidak boleh lebih dari 1 : 2500.
6.        Pengukuran kerangka vertikal
Pengukuran kerangka vertikal dilakukan dengan menggunakan metode sipat datar, untuk mendapatkan beda tinggi antara dua titik. Rute jalur pengukuran kerangka vertikal sama dengan jalur yang dilalui oleh jalur poligon dan merupakan jalur tertutup. Pengukuran kerangka vertikal dilaksanakan dengan menggunakan alat ukur jenis Automatic Level (Zeiss NI2 atau sederajat).
Ketentuan mengenai pengukuran sipat data/ waterpass yang harus diikuti sebagai berikut:
–          Sebelum dan sesudah pengukuran dilaksanakan, harus dilakukan pengecekan alat dengan pengamatan garis bidik
–          Pembacaan benang dilakukan lengkap (benang tengah, benang atas dan benang bawah)
–          Pengukuran untuk setiap slag dilakukan dengan double stand dan setiap seksi dilakukan pengukuran pergi-pulang
–          Jarak bidik dari alat ke rambu maksimum 50 meter
–          Posisi alat setiap slag diatur sedemikian sehingga berada pada jarak yang hampir sama antara rambu muka dan rambu belakang
–          Rambu dipasang tegak dengan batuan nivo atau unting-unting
–          Untuk rambu panjang 3,00 meter, pembacaan benang antara 0,250 m dan 2,750 m.
–          Toleransi salah penutup tinggi tidak boleh lebih dari 10√D mm, dengan D adalah panjang seksi pengukuran dalam km.
7.        Pengukuran Azimuth Matahari
Pengukuran asimuth matahari dilakukan untuk menentukan azimuth awal hitungan poligon dan mengontrol hasil pengukuran sudut. Pengukuran harus dilakukan dengan menggunakan alat ukur Theodolit T.2 dan prisma Roellof dan menggunakan metode tinggi matahari.
8.        Pengukuran Situasi
Pengukuran situasi dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang kondisi dari areal yang dipetakan, yaitu daerah yang dianggap kritis dan daerah yang dianggap potensial untuk dikembangkan.
Ketentuan yang harus diikuti dalam pengukuran ini adalah sebagai berikut:
–          Alat yang digunakan adalah Theodolit T.0 atau alat yang sederajat.
–          Metode pengukuran adalah kombinasi spotheight, raai meeting dalam usaha mengcover segala obyek lapangan.
–          Ketelitian tinggi (beda tinggi) 30√D
–          Ketelitian jarak 1 : 1.000 dan sudut 30”√D
–          Membuat sketsa pengukuran untuk mempermudah dalam penggambaran.
–          Pengukuran peta situasi skala 1 : 1.000 untuk daerah sekitar jaringan pemanfaatan.
Untuk pengukuran tampang melintang/ memanjang dibuat dengan jarak untuk antar profil sejauh 50 meter untuk daerah lurus dan dengan jarak yang lebih rapat untuk daerah yang berbelok, untuk skala gambar dibuat dengan skala yang sama antara vertikal dan horisontal (1:100) atau ditentukan lain oleh Direksi.
9.        Buku Ukur
Buku ukur harus mendapat persetujuan Direksi Pekerjaan dan penulisannya harus jelas. Bila terjadi kesalahan harus dicoret dan ditulis pembetulannya, tidak dibenarkan untuk menutup/ menghapus kesalahan tulisan di dalam buku ukur.
10.    Perhitungan Dan Penggambaran
Seluruh hasil perhitungan sebelum digambar harus terlebih dahulu diperiksa dan disetujui Direksi. Gambar draft dibuat di atas kertas milimeter, setelah betul dan mendapat persetujuan Direksi baru dipindahkan ke atas kertas kalkir 85 gr/ mm. Penggambaran Peta Ikhtisar skala 1:25.000 dari peta rupa bumi dan Peta Situasi skala 1 : 5000. Gambar yang dibuat harus memuat petunjuk sebagai berikut :
–          Grid koordinat tiap 10 cm (tiap 100 m lapangan).
–          Keterangan/legenda yang lazim dipakai/standar yang sudah dipakai untuk ini harus dikonsultasikan dengan
–          Direksi
–          Petunjuk arah orientasi geografis
–          Ploting semua data informasi lapangan (X,Y dan Z) dan informasi Detail lainnya.
–          Penggambaran situasi/peta skala 1:5.000 harus memuat petunjuk sebagai berikut :
–          Grid koordinat tiap 5 cm (tiap 250 m lapangan).
–          Keterangan/ legenda yang lazim dipakai/ standar yang sudah dipakai untuk ini harus dikonsultasikan dengan Direksi
–          Petunjuk arah orientasi geografis

–          Ploting semua data informasi lapangan (X,Y dan Z) dan informasi Detail lainnya.

Sumber

Software Lingkaran Mohr

 

Buat ngitung lingkaran mohr
mampu menampilkan langkah-langkah membuat lingkaran mohr dari cari ngitungnya
screenshot

download[4]

alternatif link [indowebster]
Mohr Learning

 

Sumber

Teknologi ilmu teknik sipil dalam alquran

teknologi ilmu teknik sipil baik pada masa lalu, sekarang maupun masa datang sudah di informasikan dalam kitab alquran.

berikut ini beberapa informasi mengenai teknologi ilmu teknik sipil dalam kitab alquran:

Geologi teknik ( gunung sebagai pasak bumi penahan gempa )
Rekayasa lalu lintas ( sungai dan jalan sebagai penunjuk arah manusia)

” Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk. ” QS. An nahl. 16

Bahan bangunan ( Teknologi rumah ringan dari bahan kulit binatang )

“Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu onta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu). ” QS. An nahl 80

Arsitektur rumah ( Rumah berkonsep alami pada dinding gunung )

‘Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin”. QS. asy syu’araa 149

“dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu (yang didiami) dengan aman”. QS. Al kahfi 82

Teknologi gedung dan kolam renang

“Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih”. QS. Saba 13

Teknologi lampu bohlam penghias rumah

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. QS Annur 35

teknologi alat transportasi dari bahan cahaya berkecepatan cahaya.

Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS Al hadid 28

kedatangan makhluk asing ke bumi

“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami” QS Anml 82

teknologi batu bata

“agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah”.Adz Dzaariyaat 33

teknologi pistol atau senapan dengan peluru, teknolgi rudal dari pesawat

“Maka apakah kamu merasa aman (dari hukuman Tuhan) yang menjungkir balikkan sebagian daratan bersama kamu atau Dia meniupkan (angin keras yang membawa) batu-batu kecil? dan kamu tidak akan mendapat seorang pelindungpun bagi kamu,” Al israa 68

Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. QS Al ankabuut 40

teknologi pipa hidrolyk untuk pengecoran beton pada lantai gedung tinggi

“berilah aku potongan-potongan besi.” Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: “Tiuplah (api itu).” Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu.” QS Alkahfi 96

Besi untuk beton bertulang

“Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi”. QS AL Hajj 21

proses terjadinya pasir beton

Pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang berterbangan. QS Al muzzammil 14

 

Sumber

Arsitek VS Teknik Sipil – Antara imajinasi dan hitungan

 

Arsitek VS teknik sipil siapa yang lebih baik? membandingkan keduanya ibarat mencari kebaikan antara imajinasi dan hitungan, tentu saja keduanya mempunyai fungsi dan kegunaan masing-masing. Namun bagi masyarakat umum mungkin menjawab arsitek yang lebih baik karena kata tersebut sudah menjadi semacam merk brand yang menggambarkan sebuah profesi ahli dalam bidang bangunan, sehingga ada gambaran bahwa untuk mewujudkan bangunan hanya butuh Arsitek saja, hal ini bisa jadi benar ketika bangunan yang dibangun hanya bangunan sederhana dengan bentuk dan penggunaan material standar. beda lagi jika bentuk bangunan aneh sebagai hasil imajinasi arsitek maupun pemilik rumah, akan sangat beresiko fatal jika tidak melibatkan teknik sipil didalamnya. bayangkan saja membangun rumah indah tetapi roboh begitu saja.

 

Perbandingan Arsitek VS Teknik Sipil

No Arsitek Teknik sipil
1 Menciptakan bentuk bangunan yang indah Menghitung struktur bangunan yang kuat
2 Memilih warna dan teksture material sesuai konsep bangunan. Memilih jenis material yang bagus tapi murah
3 Fokus pada perencanaan gambar bangunan Fokus pada perencananaan perhitungan kekuatan bangunan
4 Membuat gambar detail bangunan Mengatur manajemen pelaksanaan pembangunan.
5 Menentukan spesifikasi rencana bangunan Memilih metode pelaksanaan bangunan paling cepat dan hemat.
6 Mempertahankan bentuk gambar bangunan yang sudah dibuat. Menyesuaikan gambar perencanaan dengan kondisi nyata dilapangan.
7 Pada bangku kuliah lebih banyak mempelajari gambar bangunan, menggali keinginan owner, dan cara mempresentasikan agar ide desain diterima. Pada bangku kuliah lebih banyak mempelajari perhitungan struktur bangunan,perhitungan rencana anggaran biaya bangunan serta manajemen pelaksanaan bangunan
8 Ingin bangunan Indah dan menarik Ingin bangunan Kuat dan murah

 

Jika kita lihat perbandingan teknik sipil vs arsitektur diatas maka seringkali ada pertentangan dalam proses kerja, misalnya seorang arsitek sudah capek membuat gambar suatu bentuk bangunan indah ternyata setelah dihitung oleh seorang teknik sipil ternyata bentuk tersebut tidak bisa diwujudkan karena bisa roboh, begitu juga sebaliknya seorang teknik sipil bisa jadi menemukan metode kerja dan pemilihan material yang bagus dan murah namun dalam pandangan arsitek bisa jadi hal tersebut kurang indah dan menarik, jadi diperlukan kerjasama yang baik antara arsitek dan teknik sipil dalam merencanakan bangunan.

 

Kesimpulanya adalah antara arsitek dan teknik sipil sama baiknya, yang terbaik adalah jika mempunyai kemampuan keduanya sehingga selain dapat berimajinasi menciptakan bangunan indah juga dapat merencanakan perhitungan strukturnya, kalaupun tidak sanggup menguasai kedua ilmu tersebut maka diperlakukan kerjasama antara seorang Arsitek dan Teknik sipil untuk mewujudkan bangunan yang Kuat, Indah serta murah

 

Sumber

Cara agar sarjana teknik sipil bisa hidup bahagia

Pernah melihat orang bergelimang harta namun tidak bahagia? hal ini juga banyak terjadi pada civil engineer, meskipun rumah dan mobil mewah berjejer sudah didapat namun ternyata hidupnya masih jauh dari rasa cukup. Ada lagi seseorang yang menduduki jabatan tinggi ternyata hidupnya semakin amburadul tanpa ketenangan, diri sendiri justru diperbudak oleh keinginan dan keadaan. lalu seperti apakah cara terbaik agar sarjana teknik sipil atau arsitek bisa hidup bahagia? mari berbagi ilmu dan pengalaman disini. semoga dapat menjadi pelajaran berharga dalam menjalani kehidupan khususnya di dunia konstruksi bangunan.

 

Kesalahan dalam mencari kebahagiaan yang sering dilakukan civil engineer

  1. Membeli barang mewah seperti hp,kendaraan atau rumah besar dengan harapan bisa senang namun yang terjadi justru semakin tidak tenang dan terus merasa kekurangan. membeli tentu saja boleh namun harus lebih mengutamakan kebutuhan dibanding gengsi.
  2. Putus asa karena keinginan tidak kunjung tercapai sehingga melakukan korupsi proyek untuk mempercepat terwujudnya harapan.
  3. Bekerja siang dan malam seakan hidup hanya untuk proyek.
  4. Mengejar jabatan tertentu agar punya kekuasaan diproyek sehingga orang lain harus bilang wauw gitu :-)
  5. Makan enak untuk memuaskan keinginan.
  6. Menjadi manusia penjilat, mendekati atasan dengan maksud untuk mendapatkan rasa aman meskipun terkadang dengan cara menjatuhkan rekan kerja proyek.
  7. Melakukan berbagai macam kecurangan di proyek bangunan dengan harapan ingin menjadi orang kaya.
  8. Mengkhianati pendamping hidup resmi dengan cara mencari yang lain untuk memuaskan diri.

Jika cara-cara diatas serta kesalahan lainya dilakukan, kesenangan memang terkadang didapat namun itu hanya sesaat karena kedepanya akan ada pertanggungjawaban yang harus diselesaikan, hati gelisah jauh dari rasa ketenangan.

 

Cara agar sarjana teknik sipil bisa hidup bahagia

Setelah kita tahu beberapa hal umum yang sering dilakukan civil engineer dalam mencari kebahagiaan, kita semua tentu berharap agar tidak tergolong didalamnya. namun sulitnya mengatur diri sendiri adakalalanya membawa kita melakukan kesalahan yang seharusnya tidak perlu. Namun tidak perlu berkecil hati karena manusia terbaik bukanlah orang yang tidak pernah melakukan kesalahan, tapi yang terbaik adalah manusia yang segera sadar dan memperbaiki setiap kesalahan yang sudah terjadi, berikut ini beberapa tips yang mungkin dapat menjadi jalan untuk menemukan kebahagiaan hidup khususnya bagi sarjana teknik sipil dan arsitek.

  1. Menjalankan dengan baik 5 ibadah wajib yaitu syahadat,shalat,puasa,zakat,haji. karena didalamnya ada pelajaran berharga dalam menjalani kehidupan.
  2. Ingat tujuan manusia diturunkan ke bumi adalah untuk menjadi khalifah dalam mengelola dunia, bermacam modal sudah diberikan Tuhan dari mulai tubuh sehat, harta, lingkungan dan yang lainya.
  3. Siap menjalani masa susah maupun senang. lihatlah pepohonan yang setiap saat tidak pernah berteduh, kadang kepanasan, kadang juga kehujanan. namun silih bergantinya susah senang tersebut justru membuat pohon semakin tumbuh besar.
  4. Jauhkan diri dari lingkungan yang sekiranya dapat membuat kita ikut-ikutan salah jalan. namun apabila kita mampu menasehati maka jauh lebih baik ikut tapi tidak terhanyut.
  5. Jadikan ilmu teknik sipil yang kita punya untuk menebar manfaat sebanyak mungkin, bukan untuk mencari harta yang nilainya jauh lebih rendah dibanding ilmu.
  6. Jaga kesehatan dan istrirahat yang cukup dalam bekerja. contohnya bagi yang sering kerja duduk maka perlu menjaga posisi duduk agar tulang punggung tidak sakit.
  7. Ingat manusia paling cerdas adalah orang-orang yang bekerja untuk kehidupan setelah kematian.
  8. Jangan menyembah atasan, hanya kepada Tuhan tempat mengadu dan meminta pertolongan. tugas kita hanya bekerja dengan sebaik mungkin sehingga secara otomatis rezeki mengalir deras.
  9. Utamakan keselamatan dalam bekerja dengan menggunakan alat pelindung diri yang cukup saat terjun ke proyek.

 

Sumber

Cara agar teknik sipil Indonesia jadi yang terbaik di dunia

Punya ide bagaimana cara jitu agar teknik sipil indonesia bisa menjadi yang terbaik di dunia? ayo tulis disini, atau justru saat ini Indonesia sudah menjadi yang terbaik namun tidak dikenal :-) ya.. begitulah sebuah teka-teki sederhana yang sepertinya cukup sulit untuk dipecahkan namun sebenarnya sesuatu yang mudah apabila tahu kuncinya. Kita gali dulu kenapa kondisinya bisa demikian? masing-masing punya jawaban khusus ketika membahas masalah ini.

 

Alasan kenapa teknik sipil indonesia adalah yang terbaik di dunia

  1. Berbagai macam situs purbakala telah menunjukan adanya bangunan-bangunan canggih indonesia dimasa lampau.
  2. Indonesia terkenal sangat kreatif dalam menciptakan hal-hal baru maupun meniru yang sudah ada sehingga seringkali sesuatu yang terlihat sulit ternyata begitu cepat dibuat oleh orang indonesia.
  3. Indonesia adalah negara terkaya di dunia dalam hal sumber daya alam yang juga diimbangi dengan sumber daya manusia handal, hal ini bisa dilihat dari banyaknya juara olimpiade dunia dibidang ilmu pengetahuan yang diraih para pemuda Indonesia, yang jadi masalah hanya dalam hal pengelolaanya saja.
  4. Banyak warga Indonesia pintar yang lari keluar negeri untuk berkreasi sehingga berhasil menemukan hal-hal baru, namun ketika penemuan itu terwujud bisa jadi sudah pindah warga negara :-)

 

Cara agar teknik sipil Indonesia jadi yang terbaik di dunia

  1. Menghindari budaya meniru untuk menuju pola pikir bagaimana menemukan. meniru itu tidak akan bisa sebagus aslinya dan bisa jadi yang ditiru sudah membuat yang lebih baru namun peniru masih berpikir bagaimana mencontohnya. jika hal ini berlangsung secara terus menerus maka tidak akan pernah menjadi yang terbaik.
  2. Membuat suatu sistem media yang bertugas memberikan peringkat fakultas teknik sipil seluruh negara di dunia, lalu taruh beberapa universitas di Indonesia di jajaran atas sehingga mahasiswa pintar dari berbagai negara akan datang ke Indonesia atau setidaknya mahasiswa lokal menjadi sangat percaya diri dan menunjukan kemampuan terbaiknya. ini bukan berarti melakukan sebuah kebohongan karena kalau kita teliti lebih dalam maka ada suatu kesimpulan bahwa seluruh manusia adalah terbaik menurut bidang dan kemampuanya masing-masing, dengan begini maka beberapa tahun kemudian peringkat atas tersebut benar-benar sesuatu yang nyata. cara ini ternyata banyak digunakan negara maju sehingga mampu memprogram otak manusia diberbagai belahan dunia untuk menyetujui peringkat yang diusulkan tersebut.
  3. Menggali bermacam bangunan bersejarah di indonesa sehingga dapat menjadi bukti nyata, tingginya teknologi teknik sipil dan arsitektur Indonesia di masa lampau.
  4. Persatuan seluruh masyarakat Indonesia, gotong royong dan bahu membahu dalam mencari dan menyelesaikan setiap masalah khususnya dibidang bangunan.
  5. Menjalankan segala sesuatu dengan tujuan ibadah kepada Tuhan yang maha esa, sehingga bisa tumbuh rasa semangat dan percaya diri yang menggelora.
  6. Memberikan ruang bebas dan fasilitas kepada anak bangsa diseluruh wilayah Indonesia untuk berkreasi dan berkarya. pemerintahan terbaik adalah yang mempermudah dan melindungi aktifitas warganya, bukan mempersulit dan memberatkan dengan birokrasi yang dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi hambatan rakyat untuk berkarya.
  7. Untuk meraih yang terbaik tidak cukup apabila mengandalkan modal pintar saja, namun perlu diimbangi dengan budi pekerti dan perilaku yang baik sehingga perlu belajar jalan hidup yang lurus.

 

Banyak jalan menuju mekah, begitulah kata mutiara populer yang berarti bahwa untuk menuju suatu cita-cita sangat banyak kemungkinan yang bisa ditempuh, jika gagal di jalan yang satu maka bisa mencoba lewat jalur yang lain, dan keberhasilan adalah sesuatu yang mungkin terjadi, hanya perbedaan waktu yang belum saatnya tercapai keberhasilan tersebut. oleh karena itu bagi seluruh warga indonesia khususnya yang bergerak dibidang bangunan, kita ucapkan selamat berkarya, selamat menunjukan kemampuan terbaik serta semangat dalam menggapai cita-cita. Bagi yang baik hati dan bersedia berbagi tentang topik ini silahkan menuliskan inspirasinya disini :-)

 

Sumber

Kumpulan Materi Seminar HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi)

Kumpulan Materi Seminar HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi)

Logo HAKI

Seminar dan pameran yang diselenggarakan HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia), merupakan salah satu event favorit yang ditunggu- tunggu para insinyur konstruksi, khususnya yang berkecipung di proyek-proyek bangunan gedung tinggi. Berikut adalah kumpulan dari materi- materi HAKI selama 6 tahun terakhir. Materi tersebut dengan baik hati di share oleh Pak Wiryanto Dewobroto di blog beliau. Silahkan jika ingin mendownload.

SEMINAR HAKI 2011

  1. Development of seismic design criteria for the New RSNI 03-1726-201x (I Wayan Sengara)
  2. RSNI 03-1726-201x (Bambang Budiono) – presentasi 2.56 Mb
  3. Standar Nasional Indonesia tentang Tata Cara Perancangan Struktur Beton Pracetak dan Prategang untuk Bangunan Gedung (Binsar Hariandja dan Harry Nugraha Nurjaman) – paper 111 kb
  4. Standar Nasional Indonesia tentang Metode Uji dan Kriteria Penerimaan Sistem Strutur Rangka Pemikul Momen Beton Bertulang Pracetak untuk Bangunan Gedung (Harry Nugraha Nurjaman) – paper 1.11 Mb
  5. Dampak Persyaratan Geser Dasar Seismik Minimum pada RSNI 03-1726-201x pada Gedung Tinggi Terbangun (Suradjin Sutjipto) – paper 242 kb
  6. Membrane Structure : A Modern and Aesthetic Structural System (FX Supartono) – paper 1.9 Mb
  7. Pengembangan Metoda MPA Struktur Beton Bertulang dengan Ragam Torsi dan Respon Momen Lentur (Lingga Kencana Octaviansyah) – paper 442 kb
  8. Perilaku Struktur Kolom Beton Bertulang dengan Modifikasi Pemasangan Tulangan Pengekang akibat Beban Aksial dan Lateral Siklis (Anang Kristianto) –paper 0.9 Mb
  9. Notes on 3D Multi masses Dynamic Analysis (Hadi Rusjanto Tanuwidjaja) – paper 0.6 Mb
  10. Dynamic Response of Structural Machine Foundation due to Rotating Force (Wisnu Widayat) – paper 0.7 Mb
  11. Sistem Lantai Komposit dari Bahan Pracetak Support Beam, Curve Tile dan Beton Cor di tempat (Andreas Triwiyonono) – paper 0.6 Mb 
  12. Sistem Pracetak Beton sebagai Sistem Konstruksi Hijau:  Studi Kasus Perbandingan Energi Konstruksi di Pembangunan Rumah Susun di Batam (Harry Nugraha Nurjaman) – paper 1.4 Mb
  13. Building Information System (Tekla) – presentasi 2 Mb
  14. Melangkah ke Depan: Dari Analysis Statik Linier menuju Analysis Dinamik Non-Linier (Davy Sukamta) – paper 358 kb
  15. Best Practice Guidelines for the Use of Wind Tunnel Testing in The Structural Design of Building (Mark P. Chatten) – paper 0.8 Mb
  16. Construction of Bored Tunnels in Urban Areas Essential Techniques for Succes (Peter Barnett) – paper 0.7 Mb
  17. Simulasi Numerik Penomena Progressive Collapse pada Struktur Beton Bertulang akibat Beban Ledakan Bom (Elvira) – paper 0.36 Mb
  18. Studi Kegagalan Struktur Precast pada Beberapa Bangunan Tingkat Rendah akibat Gempa Padang 30 September 2009 (Josia Irwan Rastandi) – paper 2.5 Mb 
  19. Public Safety and Seismic Rehabilitation of Existing Building due to Increased Seismic Risk (Dradjat Hoedajanto) – paper 0.1 Mb
  20. High Damping Rubber Bearing for Seismic Protection of Building (Nobua Murota) – paper 6.4 Mb
  21. Waterproofing for Roofing (Handi Prajitno) –  paper 571 kb
  22. Durability of Concrete (Jozef Van Beeck)
  23. Green Innovation in Cement Application (Dian Wydiatmoko)
  24. Rehabilitation of Infrastructures using Fibre-reinforced Polymer (FRP) Strengthening Technology (Wee Keong ONG) – paper 0.7 Mb
  25. Era Baru Perancangan Struktur Baja berbasis Komputer memakai Direct Analysis Method – AISC 2010 (Wiryanto Dewobroto) – paper 0.5 Mb
  26. Perencanaan Struktur Rangka Baja dengan Bressing Tahan Tekuk (Rhonita D. Andarini) – paper 1 Mb
  27. Perilaku link panjang dengan pengaku Diagonal Badan pada Sistem Struktur Rangka Baja Tahan Gempa (Nidiasari) – paper 1 Mb

SEMINAR HAKI 2010

DESIGN, TESTING AND INNOVATIVE CONSTRUCTION
  1. Perkembangan dan Kemajuan Konstruksi Gedung Tinggi dan Besmen Dalam
    Davy Sukamta (down-load PDF 856 kb)     *** menang di kategori terpopuler ***
  2. Wind Engineering Large Structures In Indonesia. A State Of The Art Review
    M.J. Glanville dan L.S Cochnar (down-load PDF  378 kb)
  3. Struktur Transparant-Dimensi Baru Dalam Konstruksi Bangunan
    Harianto Hardjasaputra (down-load PDF 581 kb)

STANDARD AND CODES

  1. Seismic Performance Evaluation & Retrofit Approaches Of Irregular Gravity Load Designed Reinforced Concrete Frame Buildings
    Jimmy Chandra (down-load PDF 1678 kb)
  2. Keandalan Formula Kekuatan Tekan Rata-Rata Perlu Beton Normal Berdasarkan SNI 03-2847-2002
    Muhamad Abduh dan Yoyo Lukiman (down-load PDF 197 kb)
  3. Implikasi Konsep Seismic Design Category (SDC) – ASCE 7-05 Terhadap Perencanaan Struktur Tahan Gempa Sesuai SNI 1726-2002 & 2847-2002
    Rachmat Purwono dan Takim Andriono (down-load PDF 225 kb)
MATERIALS AND TESTING
  1. Perilaku Lekatan Baja Tulangan U-50 Tempcore Terhadap Beban Monotonik Dan Siklik
    Annie Retika dan Iswandi Imran (down-load PDF 1153 kb)
  2. How To Make High Performance And Green Structural Concrete
    Hadi Rusjanto. T (down-load PDF 145 kb)
  3. HOLCIM
  4. Waterproof And Durable Concrete Protection With Hydrophobic Impregnation
    Handi Prajitno dan Dr. Hartmut Ackermann (down-load PDF 485 kb)
  5. Silent Piling Technologies For Sustainable Construction In Indonesia
    GOH Teik Lim (down-load PDF 1492 kb)
STRUCTURAL PERFORMANCE AND BEHAVIOUR
  1. Evaluasi Kinerja Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus Bercoakan 40% Di Wilayah Beresiko Gempa Tinggi Di Indonesia
    Ima Muljati dan Benjamin Lumantarna (down-load PDF 424 kb)
  2. Pengaruh Bentuk Dan Orientasi Serat Terhadap Perilaku Cabut (PullOut) Serat Baja
    Sholihin As’ad (down-load PDF 796 kb)
  3. Kajian Numerik Perilaku Link Panjang Dengan Pengaku Diagonal Badan pada Sistem Rangka Baja Berpengaku Eksentrik
    Nidiasari dan Bambang Budiono (down-load PDF 758 kb)
MC ANALYSIS AND DESIGN
  1. Peta Gempa Baru Untuk Indonesia
    Masyhur Irsyam (down-load PDF 2458 kb)
  2. Analisis Response Bangunan ICT Universitas Shiah Kuala Yang Memakai Slider Isolator Akibat Gaya Gempa
    Daniel Rumbi Teruna Dan Hendrik Singarimbun (down-load PDF   541 kb)
  3. Apakah Jakarta Sudah Aman Terhadap Gempa ?
    Dradjat Hoedajanto (down-load PDF 1027 kb)
STRUCTURAL PERFORMANCE AND BEHAVIOUR
  1. Perilaku Aktual Bangunan Gedung Dengan Sistem Pracetak Terhadap Gempa Kuat
    Hari Nugraha Nurjaman, Lutfi Faisal dan H.R. Sidjabat (down-load PDF 509 kb)
  2. Passive Fire Protection On Structural Steel Buildings
    PT. International Paint Indonesia (down-load PDF  1471 kb)
  3. Perkuatan Lentur Balok Beton Bertulang Dengan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP)
    Fikri Alami (down-load PDF 768 kb)
STRUCTURAL PERFORMANCE, DESIGN AND CONSTRUCTION
  1. Jembatan Nasional Suramadu, Konstruksi Approach Bridge
    Eko Prasetyo (down-load PDF 582 kb)
  2. Aspek Penting Dan Petunjuk Praktis Dalam Perencanaan Struktur Gedung Di Dekat Pusat Gempa
    Nathan Madutujuh (down-load PDF  331 kb)
  3. Resiko Otomatisasi Komputer Pada Perancangan Struktur
    Wiryanto Dewobroto, Wawan Chendrawan (down-load PDF 556 kb)
  4. Perencana Dan Optimasi Struktur Beton Prategangan Statik Tak Tertentu
    Yoyong Arfiadi (down-load PDF 1154 kb)
SEISMICITY AND EARTHQUAKE ENGINEERING
  1. Padang Earthquake Of September 30, 2009 Why It Is So Devastating
    Sindur P. Mangkoesoebroto (down-load PDF 727 kb)     *** menang di kategori paling sesuai  tema ***
  2. Site-Specific Seismic Response Analysis (SSRA) On Liquefiable In Jakarta
    Sindhu Rudianto dan Bobby Soedjono (down-load PDF 502 kb)
  3. Studi Seismoteknik Daerah Muria Untuk Kelayakan Dan Keselamatan Rencana Pusat Listrik Reaktor Daya PLRD-Ujung Lemah Abang-Ula-Jepara-Jawa Tengah
    Engkon K. Kertapati, Sukahar, Eka Adi Saputra (down-load PDF 860 kb)

SEMINAR HAKI 2009

  1. Menuju Praktek Konstruksi Yang Lebih Baik
    Ir. Davy Sukamta – Isinyur Profesional Utama HAKI
    Ketua Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia 2008-2011
    (download *.pdf 1483 kb)
  2. Profesionalisme Sebagai Dasar Dari Kebenaran Praktek Konstruksi
    Assoc. Prof. Dradjat Hoedajanto STSi., MEng., PhD., IPU HAKI
    (download *.ppt 5755 kb)
  3. Hal Mendasar Yang Masih Menjadi Kendala Perancangan Struktur Beton Pemikul Beban Gempa Di Indonesia
    Hadi Rusjanto Tanuwidjaja
    Dosen Tetap Fakultas Teknik Sipil Universitas Trisakti Jakarta
    Direktur Utama PT Haerte Widya Konsultan Engineers Jakarta
    (download *.pdf 657kb)
  4. Performance-Based Seismic Resistant Design mengacu pada Rekomendasi Los Angeles Tall Building Structural Design Council dan Council on Tall Building and Urban Habitat
    Dradjat Hodajanto, ST.Si, M.Eng., Ph.D
    Ir. Djoni Simanta, MT.
    ArisAryanto, ST., MT.
    (download *.ppt 4502 kb)
  5. Permasalahan Detailing Pada Bangunan Beton Bertulang Sederhana Tahan Gempa
    Iswandi Imran dan Dradjat Hoedajanto
    Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung
    Li Bing dan Kimreth Meas
    LIEN Institute for Environment, Nanyang Technological University, Singapore
    (download *.pdf 542 kb)
  6. Ultra High Performance Concrete – Beton Generasi Baru berbasis teknologi nano
    Harianto Hardjasaputra
    Guru Besar Teknik Sipil Universitas Pelita Harapan
    (download *.pdf 283 kb)
  7. The Impact of our Environment on Concrete Durability 
    Mr. Charles T. Kidd
    President Director P.T. Sika Indonesia.

    (download *.pdf 487 kb)
  8. Studi Eksperimental Sambungan Kolom-Kolom Pada Sistem Beton Pracetak Dengan Menggunakan Sleeves
    Iswandi Imran, Liyanto Eddy, Mujiono, Elvi Fadilla
    (download *.pdf 765 kb)
  9. Kajian Kinerja Link Yang Dapat Diganti Pada Struktur Rangka Baja Berpengaku Eksentrik Tipe Split-K
    Muslinang Moestopo, Yudi Herdiansah, Ben Novarro Batubara
    (download *.pdf 1205 kb)

SEMINAR HAKI 2008 

  • Kecenderungan Perkembangan Konsep Perencanaan Struktur Tahan Gempa di Dunia
    Dradjat Hoedajanto (Abstrak PDF 20 Kb)
  • Designing High Rise Building – Australian Experience
    Richard Green

Wind Resistant Design

  • Aerodynamic Response Of Long Span Cable Stayed Concrete Bridge
    FX. Supartono (PDF 2852 kb)
  • Analisis Flutter Jembatan Tacoma Narrows Lama
    Made Suangga & Andi Wiryana (PDF 483 kb)
  • Perencanaan Ketahanan Angin Jembatan Cable Stayed Suramadu
    Made Suangga & Subagyo (PDF 742 kb)

Earthquake Resistant Design and Construction

  • Analisa Dinamik Arah Gaya Geser Tower pada Struktur Podium Multi Tower
    Josia I Rastandi (PDF 203)
  • Cara menentukan pemberhentian Tulangan Balok Sistem Penahan Beban Gempa dengan memanfaatkan Output Post Processor ETABS dan Drawaing Interchange Format (DXF)
    Sugia Mulyana
  • Bottom-Up Construction pada Gedung 48 Lantai + 5 Basement Plaza Indonesia II – Jakarta
    Davy Sukamta (PDF 476 Kb)
  • Pengujian Tahan Gempa Sistem Pracetak untuk Bangunan Bertingkat Tinggi dan Penerapan Pada Program Pembangunan 1000 Tower Rumah Susun Sederhana Bertingkat Tinggi
    Hari Nugraha Nurjaman, H.R. Sidjabat (PDF 4.57 Mb)
  • Korelasi Nilai N-SPT dengan Unit End Bearing dan Skin Friction untuk Fondasi Bored pile pada tanah Clay-Shale, Studi Kasus Jembatan Surabaya – Madura
    Masyhur I, Nugroho A. Endra S, Atyanto B Soebagyo, Siska R.I., E. Prasetyo, M. Suangga (PDF 492 Kb)

Seismicity and Earthquake Engineering

  • Ketahanan Beton Mutu Tinggi dengan Kandungan Fly Ash kelas C terhadap Abrasi dan Tumbukan
    Annisa M. Magenda, Andreas Bambang, Mudji Irmawan
  • Use of Fine Mesh for Confinement of Rectangular RC Columns
    Tavio, Rachmat Purwono, E. Dwisukmawati
  • Reinforcement Sistem – Ficher Carbon Fiber
    Muljady Wongsonegoro
  • Perilaku Lentur Kolom Beton Mutu Tinggi yang dikekang dengan Baja Mutu Tinggi
    Zulfikar Djauhari, Iswandi Imran (PDF 592 Kb)

HARI KE-2 TGL 20 AGUSTUS 2008

  • Active Faults, Tsunami, and Ground-Motion Hazard Assements
    Danny Hilman Natawijaya (PDF 1180 Kb)
  • Necessity of Site Effect Assement in Seismic Microzonation for Indonesia
    Fumio Kaneko, Shukyo Segawa, Tatsukichi Tanaka (PDF 79 Kb)

Earthquake Engineering and Design

  • Analisis Struktur Daktail pada Struktur Portal Terbuka dan Sistem Ganda dengan Metoda Kekakuan Sekan
    Bambang Budiono, Edo Permana (PDF 141 Kb)
  • Applicability Metoda Desain Kapasitas pada Perancangan Struktur Dinding Geser Beton Bertulang
    Iswandi Imran, Ester Yuliari, Suhelda, A. Kristianto (PDF 257 Kb)
  • Analisis Kapasitas Struktur dengan Incremental Dynamic Analysis (IDA) Pendekatan Modal Pushover Analysis (MPA) Struktur Beton Bertulang
    Bambang Budiono, Ferry Wibowo (PDF 468 kb)
  • Performance Based Design, Sebaiknya menggunakan Model Pushover Analysis atau Capacity Spectrum Method ?
    Benjamin Lumantarna (PDF 77 Kb)

Material and Component – Seismicity

  • Penggunaan Baja U-50 dan Permasalahannya
    Hadi Rusjanto T. (PDF 111 Kb)
  • Pengaruh Pengaku tengah dalam meningkatkan kuat tekan Penampang Baja Ringan – Studi Analitis dan Experimental
    Nathan Madutujuh, Bambang Suryoatmono, Iswandi Imran
  • Russia Federation Towers – A Structural Glazing Facade at the Highest Stage of Energy Saving
    Jorg Szybalski
  • Necessity of Seismic Disaster Assement for Intra-Plate Earthquakes : An Example of Active Fault Investigation in Japan
    Michio Morino, Fumio Kaneko, Tatsikichi Tanaka
  • Seismisitas dan Model Zona Subduksi di Indonesia Resolusi Tinggi
    Sri Widiyantoro (PDF 828 Kb)

Seismicity and Earthquake Engineering

  • Seismotektonik Ujung Lemah Abang –  Ula Jepara – Jawa Tengah
    Engkon K. Kertapati, Sukahar Eka A. Saputra
  • Recommendation on Seismic Hazard Spectra for Highrise Building in Jakarta Area Based on Probabilistic Analysis Adopting Next Generation Attenuation Functions
    I Wayan Sengara
  • Usulan Ground Motion untuk Batuan Dasar Kota Jakarta dengan Perioda Ulang Gempa 500 tahun untuk Analisis Site Specific Response Spectra
    Masyhur Irsyam, Hendriyawan, Donny T.D., Engkon K, Bigman M.H, Davy Sukamta (PDF 224 Kb)
  • Uncorrelated Synthetic Ground Motions Compatible with SNI 03-1726-2003 Design Spectra
    Sindur P. Mangkoesoebroto

 
 
SEMINAR HAKI 2007

DESIGN and CONSTRUCTION


  1. DAC-1: “Apakah Jakarta Aman Terhadap Gempa Desain ?”, Dradjat Hoedajanto
  2. DAC-2: “Perancangan Tahan Gempa Gedung 48 Lantai Plaza Indonesia II Jakarta“, Davy Sukamta (down-load PDF 346 kb)
  3. DAC-3: “Jembatan Cable-Stayed Grand Wisata – Perencanaan dan Pelaksanaan“, FX Supartono (down-load PDF 1901 kb)


DESIGN and MATERIALS

  1. DAM-1: “M-System – Konstruksi Tahan Gempa dan Ramah Lingkungan”, Ing. Pettinari
  2. DAM-2: “Pelaksanaan Post-Tensioning Un-Bonded Slab Pada Struktur Gedung 43 Lantai Apartemen Citylofts Jakarta“, J. Tjintamijarsa, Yohanes Prakoso R., Muhammad Aras Lapong (down-load PDF 514kb)
  3. DAM-3: “Kajian Eksperimental Kinerja Panel Lantai Dan Panel Dinding Hebel“, Dradjat Hoedajanto, Iswandi Imran, Aris Aryanto (down-load PDF 223 kb)
  4. DAM-4: “Seismic Safety Post-Installed Fixings and Strengthening”, Dr. J. Buhler
  5. DAM-5: “Holcim Experienced in Mass Concreting (9.070 m3)“, Hans Fuchs, Juhans Suryantan (down-load PDF 393kb)


EARTHQUAKE ENGINEERING

  1. EQE-1: “Kerusakan Bangunan pada Gempa Yogyakarta 27 Mei 2006 : Akibat Kebelum-jelasan Kode, Sosialisasi atau Pelaksanaan ?“, Widodo (down-load PDF 532 kb)
  2. EQE-2: “West Sumatra Earthquake, 6 March 2007, Structural Damage Report“, Teddy Boen (down-load PDF 4293 kb)
  3. EQE-3: “Evaluasi Cepat Sistem Rangka Pemikul Momen Tahan Gempa“,Rahmat Purwono, Tavio (down-load PDF 106 kb)
  4. EQE-4: “Pertimbangan pada Perbaikan dan Perkuatan Struktur Bangunan Pasca Gempa”, Hartono

KEYNOTE SPEAKERS

  1. KS-3: “Experimental Test of PRC Coupling Beams Under Simulated Seismic Loading“, Dr. Pam Hoat Joen, Univ of Hongkong (down-load PDF 1736 kb)
  2. KS-4: “What Indonesia Can Learn From the New Seismic Design Maps in the USA”, Dr. Nicolas Luco, USGS

EARTHQUAKE RESISTANT DESIGN

  1. ERD-1: “Seismic Chart in Performance-Based Earthquake Engineering“,Sindur P.Mangkoesoebroto (down-load PDF 613 kb)
  2. ERD-2: “Beberapa Ketentuan Baru Mengenai Desain Struktur Baja Tahan Gempa“, Muslinang Moestopo (down-load PDF 428 kb)
  3. ERD-3: “Penyederhanaan Cara Perhitungan Struktur untuk Bangunan Tahan Gempa Tertentu“, Ratna K. Gunawan, Anwar Susanto, S.P. Limasalle(down-load PDF 352 kb)
  4. ERD-4: “Perencanaan Bangunan Tahan Gempa dengan Menggunakan Basic Isolator (LRB). Contoh Kasus Gedung Auditorium Universitas Cendrawasih Papua“, Daniel Rumbi Teruna (down-load PDF 333 kb)


STRUCTURAL PERFORMANCE and BEHAVIOUR

  1. SPB-1 : “Pengaruh Keretakan Beton dalam Analisis Struktur Beton“,Wiratman Wangsadinata (down-load PDF 295 kb)
  2. SPB-2: “Usulan Kurva Tegangan-Regangan Beton Mutu Tinggi Terkekang Welded Wire Reinforcement“, Benny Kusuma, Tavio (down-load PDF 361 kb)
  3. SPB-3 :”Perilaku Kekuatan dan Daktilitas Kolom Beton Bertualang Mutu Tinggi yang dikekang Baja Mutu Tinggi“, Zulfikar Djauhari,Iswandi Imran, Herlien D. Setio (down-load 119 kb)
  4. SPB-4: “Analisis Respon Struktur Tahan Gempa Dengan Metoda Simulasi Hibrida Menggunakan Telematika Kolaborasi Cyber“, Bambang Budiono(down-load PDF 968 kb)
  5. SPB-5: “Semi Active Variable Damping untuk Mengurangi Pengaruh Getaran Akibat Gempa“, Yoyong Arfiadi (down-load PDF 383 kb)


SEISMICITY and EARTHQUAKE ENGINEERING

  1. SEE-1: “Site Specific Respons Spektra dan Analisis Dinamik untuk Kota Jakarta”, Masyhur Irsyam
  2. SEE-2: “New Attenuation Relation for Earthquake Ground Motions in Indonesia Considering Deep Source Events“, Rizkita Parithusta (down-load PDF 535 kb)
  3. SEE-3: “Correlation of Site Condition – Building Damages and Ground Rupture of the 27 May 2006 Yogyakarta Earthquake Center Java and Microzonation of the Area Damage“, Engkon K. Kertapati, Marjiyono (down-load PDF 295 kb)
  4. SEE-4: “3-Dimensional Source Zones Probabilistic Seismic Hazard Analyis for Jakarta and Site-Specific Response Analysis for Seismic Design Criteria of 45-Storey Plaza Indonesia II Building“, I Wayan Sengara, Hendarto, Engkon K. Kertapati, Davy Sukamta, Putu Sumiartha (down-load PDF 298 kb)

SUPPLEMENTAL PAPER

  1. Inovasi Teknologi dan Sistem Beton Pracetak di Indonesia: Sebuah Analisa Rantai Nilai“, Muhamad Abduh (down-load PDF 143 kb)
  2. Perbandingan Kuat Tekan dan Permeabilitas Beton yang Menggunakan Semen Portland Pozzolan dengan yang Menggunakan Semen Portland Tipe I“, I Made Alit Karyawan Salain (down-load PDF 39 kb)
  3. Potensi Ferosemen untuk Rumah Tahan Gempa“, Masdar Helmi (down-load PDF 901 kb)
  4. Alat Bantu Desain Komponen Struktur Baja Berdasarkan SNI 03-1729-2002“, Armen Adekristi et. al (down-load PDF 407 kb)
 

SEMINAR HAKI 2006

  1. Etika Profesi dalam Karya Konstruksi, ( down-load PDF 32 kb )
    Dradjat Hoedajanto
    Associate Professor, Ph.D., IPU;
    Dosen dan Kepala Laboratorium Struktur dan Bahan – FTSL – ITB
    Ketua Program Sertifikasi Profesi – HAKI – INDONESIA.
  2. Studi Komparatif Desain Penampang Elemen Beton Akibat Kombinasi Aksial dan Lentur Berdasarkan “UNIFIED DESIGN PROVISION” (ACI 318-2002) dan “LIMIT STATE METHOD” (SNI 2847-2002) (down-load PDF 659 kb)
    Bambang Piscesa , Ir. Iman Wimbadi, Ms., Ir. Mudji Irmawan, Ms.
    Jurusan Teknik Sipil FTSP ITS
  3. Kuat Geser Kolom Beton Bertulang Penampang Lingkaran yang Diperbaiki dengan Metode Concrete Jacketing (down-load PDF 483 kb)
    Andreas Triwiyono(1) , Iwan Wikana(2)
    (1) Jurusan Teknik Sipil FT-UGM, Yogyakarta
    (2) Fakultas Teknik Universitas Kristen Immanuel, Yogyakarta
  4. Studi Perbandingan Respon Struktur Non Linier Pada Struktur Beton Bertulang di bawah Beban Gempa dengan Standar FEMA 273 dan ATC 40(down-load PDF 174 kb)
    Dr.Ir. Bambang Budiono,M.E., APU ; Yusuf Royanes Goro,ST.,MT.
    Program Studi Teknik Sipil – FTSL- ITB
  5. Core dan Outrigger Sebagai Sistem Lateral pada Apartment The Peak(down-load PDF 2619 kb)
    Oleh : Ir. Davy Sukamta – IPU
    Pimpinan DavySukamta & Partners, konsultan struktur di Jakarta dengan track record 210 proyek selama periode 14 tahun terakhir. Ia menjabat sebagai Ketua HAKI periode 1999 – 2002, 2002 – 2005 dan 2005 – 2008. Ia telah merancang beberapa supertall buildings antara lain Amartapura 1 (52 lantai), Chrysant Tower (47 lantai) dan The Peak at Sudirman (55 lantai).
  6. Beton  Ramah  Lingkungan (down-load PDF 482 kb)
    Dr.Ir. FX. Supartono
    Lektor Kepala, Dept. Teknik Sipil UI dan Tarumanagara, Direktur PT. Partono Fondas Engineering Consultant.
  7. Menuju Perencanaan dan Pelaksanaan Struktur Beton Masa Kini untuk Bangunan Bertingkat Tinggi di Indonesia (down-load PDF 242 kb)
    Hadi Rusjanto Tanuwidjaja
    Jurusan Teknik Sipil, Universitas Trisakti, Jakarta
    Direktur Utama PT Haerte Widya Konsultan Engineers, Jakarta
  8. Konsep Metode Pengujian dan Tata Cara Perencanaan Tahan Gempa Sistem Pracetak untuk Bangunan Gedung (down-load PDF 572 kb)
    DR. Ir. Hari Nugraha Nurjaman,MT
    Lektor, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Persada Indonesia,
    Sekretaris Umum Ikatan Ahli Pracetak dan Prategang Indonesia (IAPPI)
  9. Pengaruh Jenis Baja Tulangan terhadap Perilaku Plastifikasi Elemen Struktur SRPMK (down-load PDF 508 kb)
    Iswandi Imran, R. Simatupang, E. Pamujie dan M. Gunawan
    Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, ITB, Bandung
  10. Perilaku Pelat Komposit Alkadeck : Studi Eksperimental dan Analisis (down-load PDF 450 kb)
    Iswandi Imran(1)Made Suarjana(1)Marie Hamidah(2)Erwin(2) dan M. Sadikin Rasad(3)
    (1) Staf Pengajar KK Rekayasa Struktur, FTSL – ITB
    (2) Asisten Laboratorium Struktur dan Bahan, FTSL – ITB
    (3) Kepala Balai Sains Bangunan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman, Balai Penelitian dan Pengembangan PU, Departemen Pekerjaan Umum
  11. Reinforcement Continuity and Integrity in High Rise Buildings in 3rdMillennium (down-load PDF 438 kb)
    J. Raybaud-Gines (Business Development Manager, Dextra Manufacturing Co., Ltd., Bangkok, Thailand)
    T. Jirapummin (Regional Sales Manager, Dextra Manufacturing Co., Ltd., Bangkok, Thailand)
  12. Dampak Pembatasan Waktu Getar Alami Fundamental pada Bangunan Gedung Tingkat Rendah (down-load PDF 1,099 kb)
    Josia Irwan Rastandi
    Staf pengajar tetap pada Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  13. Seismic Design Criteria for Suramadu Cable Stayed Bridge (down-load PDF 389 kb)
    Ir. Masyhur Irsyam, MSE., PhD.; Ir. Donny T. Dangkua ; Ir. Dyah Kusumastuti, MT., PhD.
    Faculty of Civil Engineering and Enviromental, Bandung Institute of Technology
  14. Evaluasi Kinerja Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus dengan Variasi Panjang Bentang (down-load PDF  169 kb)
    Harun Alrasyid , Mudji Irmawan , Tavio
    Jurusan Teknik Sipil ITS
  15. Kinerja Link dengan Sambungan Baut pada Struktur Rangka Berpengaku Eksentrik (down-load PDF 221 kb)
    Muslinang Moestopo(1) dan Aulia Mirza(2)
    (1)Pengajar Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung ; Peneliti Kelompok Riset Struktur Bangunan, Pusat Rekayasa Industri, Institut Teknologi Bandung)
    (2) Alumni Magister Rekayasa Struktur, Program Studi Teknik Sipil, Institut Teknologi Bandung)
  16. Indonesia Earthquake Sources a Trend Toward New Tectonic Setting(down-load PDF 1496 kb)
    Rizkita Parithusta
    Kyushu University – Japan
    Indonesia Center for Earthquake Engineering
  17. Seismic Re-Evaluation of Complex Building Structures Using Pushover Analysis with Consideration of Higher Modes (down-load PDF 316 kb)
    Sindur P. Mangkoesoebroto and Anastasia M. Santoso
    Institute of Technology Bandung, and The Indonesia Centre for Earthquake Engineering
  18. Ketentuan-ketentuan SNI 03-1726-2002 yang Perlu diubah (down-load PDF 479 kb)
    S.P. Limasalle, Anwar Susanto & Ratna K. Gunawan
    Staf dosen tetap Fakultas Teknik jurusan Sipil Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida)
  19. Extreme Element Forces of Plan Irregular Building Structures (down-load PDF 531 kb)
    Ir. Sugia Mulyana
    Principal, PT Rekacipta Kinematika Consulting Engineers. Lecturer, Institute Sains & Teknologi Nasional – Jakarta.
  20. The Accuracy of Nonlinear Static Seismic (Pushover) Procedures  (down-load PDF 941 kb)
    T. Boen(1) and T. N. Tjhin(2)
    (1) Senior Advisor, World Seismic Safety Initiative (WSSI), Indonesia
    (2) Structural Engineer, Buckland & Taylor Ltd., Canada
  21. MDOF Effects on Analisa Beban Angin pada Bangunan Industri Berdasarkan Peraturan AS/NZS 1170.2:2002 (down-load PDF 709 kb)
    Wawan Chendrawan(1)Weny Surjana(2)Agnes Yenny Astuti(2), dan Takim Andriono(3)
    (1) Direktur PT Gistama Intisemesta – Jakarta
    (2) Perencana Struktur PT Gistama Intisemesta – Jakarta
    (3) Dosen Pasca Sarjana Teknik Sipil – UK Petra

 

Sumber

“Engineer” Bukanlah Kuli

 

     

       Apakah kita sebagai seorang “engineer”, tidak merasa sangat-sangat tersinggung dan direndahkan dengan kutipan ucapan apa yang pernah terlontar dari mulut seorang konglomerat dan seorang pemilik alat berat: “sebenarnya kalian engineer sama saja dengan kuli, hanya bedanya kalian adalah kuli pintar yang tidak bisa berbisnis. Ir. Gouw mengajak kita, sejenak melepaskan professional pride kita selaku engineer, dan melihat bagaimana banyak dari antara kita bersikap saling membanting harga, dan untuk men-justify tindakan itu, kita berkata : “Habis bagaimana lagi? Sistemnya sudah begitu ? Kalau kita tidak mau ada orang lain yang mau!” atau membuat kartel? Melanggar etika bisnis menetukan harga ? Percuma akan dilanggar sendiri”

Terasa sekali ada hal yang sangat kurang disini? Apa yang kurang? kasarnya, seperti kata sang konglomerat tadi: Engineer tidak bisa berbisnis ! Halusnya, seperti kutipan ucapan dari kalangan agen asuransi jiwa (profesi yang sering dianggap pes). Kita harus belajar: How to sell ourself (with pride and honor)? Yah, Bagaimana kita menjual diri kita ? (maaf, jangan disalah artikan menjual diri sendiri seperti pelacur). Intinya, adalah bagaimana kita memposisikan diri dalam menjual jasa kita, dengan kebanggaan dan secara terhormat. Bandingkan, mengapa seorang dokter menetapkan harga tanpa ditawar? Apakakah karena berhubungan dengan jiwa manusia, sehingga pasien tidak berani menawar?. Apakah seorang engineer dalam merancang struktur bangunan tidak berhubungan dengan jiwa manusia? bahkan kuat tidak kuatnya bangunan, secara tidak langsung berhubungan dengan lebih banyak jiwa manusia.

Setelah membaca literature yang ditulis oleh; Ir. Gouw, Tjie-Liong M.Eng di majalah Konstruksi yang membahas Etika Profesi. Disana dibahas bagaimana kata-kata, yang dalam bahasa Inggris itu ditulis “ETHICS”, Diuraikan huruf per huruf menjadi jabaran kode etik profesi yang sangat menarik dan yang bisa mengangkat harkat profesi kita. Dibawah ini penulis menyajikan bahasan tersebut yang disesuaikan dengan profesi engineering yang kita geluti bersama ini ;

 

ETHICS”

 E = Excellence (keunggulan)

Selaku professional, seorang engineer, harus bersikap terus menerus memperbaiki pengetahuannya, selalu mencari solusi yang terbaik. Tidak boleh bergantung pada code of practice secara membuta. Engineer tidak boleh bersikap pasif, melainkan harus pro-aktif untuk beradabtasi dengan era globalisasi yang serba cepat ini. Engineer yang tidak selalu proaktif memperbaharui diri dengan pengetahuan dan teknologi baru, akan tertinggal zaman.

Dalam era globalisasi ini, hanya bermodalkan disiplin pengetahuan engineering itu sendiri tidak cukup, seorang engineer perlu melengkapi dirinya dengan pengetahuan dasar akan ilmu-ilmu social, ekonomi, keuangan, humas, dan lain-lain, yang terkait dengan pekerjaannya. Pengetahuan dan keahlian mana diperlukan untuk secara efektif mengkomunikasikan proses engineer . Untuk menganalisa, untuk berfikir secara lateral (dalam keterkaitan dengan bidang diluar engineering) dan vertical (dalam bidang engineering secara mendalam), mensintesa, memformulasikan permasalahan, dan menyelesaikannya.

T = Trustworthy (Terpercaya).

Pengetahuan engineer merupakan pengetahuan yang sangat khusus, tidak banyak orang yang menguasai disiplin ilmu ini. Karenanya seorang engineer harus mempunyai kebanggaan diri dalam merefleksikan kepercayaan. Setiap kata dan tindakan dalam menjalankan profesi-nya harus dapat diandalkan. Seorang engineer wajib memberikan dan menetapkan solusi yang terbaik yang diketahuinya. Sesama engineer harus juga saling menghormati, saling dipercaya, Serta tidak saling menjatuhkan satu sama lain.

 H = Honesty (Kejujuran).

Agar dapat dipercaya seorang engineer harus jujur terhadap profesinya, terhadap dirinya sendiri, terhadap sesame engineer dan terhadap client-nya.

Diperlukan sikap lapang lada dalam menerima saran dan kritik dari sesame engineer demi kemajuan bersama. Jujur dalam mengemukakan keuntungan dan kerugian alternative-alternatif solusi yang diberukannya.

Kejujuran merupakan pangkal dari perilaku etika. Kejujuran berarti mengatakan sesuatu apa adanya. Kejujuran berarti selalu menjaga untuk tidak membohongi orang lain, baik secara sengaja maupun dengan sikap diam. Kejujuran juga bearti bersikap adil, menerima dan memberi apa yang menjadi hak orang lain. Menerima kewajiban dan menolak hal-hal yang tidak merupakan hak dan yang berada diluar otoritasnya.

Menerima dan mengerjakan tugas yang memang bisa dikerjakan, dan tidak mengerjakan tugas yang berada diluar bidang keahliannya. Walaupun sering kita ditempatkan dalam kesulitan untuk bersikap jujur sejujur-jujurnya, namun bila kita selaku engineer dapat menjaga dan memelihara sikap jujur tersebut, maka pada akhirnya akan menangkat nilai sang engineer dan profesi engineering itu sendiri.

 I = Integrity (Integritas).

Engineer selayaknya menjunjung tinggi integritas pribadi dan bidang keahliannya dengan berlaku tegas dan tegar terutama sekali dalam menegakkan dan menerapkan pengetahuannya. Keputusan seyogianya diambil dengan juga  mempertimbangkan dampak lingkungan dan tidak semata-mata demi kepentingan pribadi dan/atau pemberi tugas. Berani menegakkan integritasnya dengan jalan mengedepankan kepentingan umum dan menolak segala bentuk insentif dan paksaan yang bisa mengakibatkan kerusakan lingkungan.

Integritas berarti tidak saja bersikap jujur, tapi juga tahan untuk tidak bersikap korup. Engineer dengan integritas tinggi dan berkata benar, sekalipun hal itu berakibatkan kehilangan proyek. Tentunya cobaan untuk bersikap seperti itu sangatlah besar, semakin besar nilai proyek semakin sulit mengambil sikap dengan integritas tinggi. Menolak terlibat dalam proyek yang nyata-nyata diketahui berdampak negative namun bernilai besar, merupakan cobaan yang sangat besar terhadap integritas sang engineer . Namun itulah essensi dari nilai integritas.

C = Caring (Perduli).

Setiap buah karya Engineer seyogyanya juga dilandasi dengan pemikiran yang berdasarkan keperdulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Berusaha agar dampak negative terhadap lingkungan dan masyarakat sekecil mungkin. Dan sebaliknya, agar karyanya itu berdampak positif terhadap kehidupan. Disinilah letak keanggunan dari karya sang engineer.

Ini berarti bersikap perduli. Bekerja tidak hanya bermotifkan kepentingan pribadi dan kepentingan pemberi tugas, tetapi juga mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas  dan lingkungan. Perduli terhadap kepentingan rekan-rekan seprofesi. Sikap mempertimbangkan kepentingan rekan seporfesi pada akhirnya akan membawa dampak positif terhadap profesi engineering itu sendiri. Abraham Lincoln mengatakan orang yang membiarkan kesalahan berlalu dihadapannya, sama salahnya dengan orangn yang membuat kesalahan.

 S = Selflessness (Tidak Egois).

Tidak bersikap egois, tidak mengedepankan kepentingan pribadi. Tidak bersikap seperti economic animal yang menilai semua dari sudut kepentingan ekonomi semata.

 

Untuk membedakan engineer dengan kuli adalah ETHICS. Enam huruf ETHICS yang dijabarkan sebagai akronim dari enam kata : Excellence, Ttrustworty,Honesty, Integrity, Caring, dan selflessness itu saling kait mengait, merupakan suatu kesatuan kode etik prilaku yang tidak mudah dijalankan. Ada ungkapan dalam agama Islam : “Semuanya tergantung/ditentukan dari niatnya”. Mungkin ini sejalan dengan pengertian Human Attitude (etikat kegiatan seseorang), cara dan tujuan yang baik menentukan.***

”Kontraktor Jujur” Tempatnya Surga

Kalaulah bisa mencari nafkah dijalan yang diridhai Allah SWT, mengapa harus memilih cara-cara yang haram? Tetapi kenyataannya, masih banyak pengusaha yang lebih memilih jalan pintas untuk mengumpulkan harta karun yang ujung-ujungnya mengorbankan kepentingan orang banyak, terutama orang-orang kecil.

Saya sangat berkesan dengan cerita ilmiah, tentang proses terjadinya pembuahan dalam rahim. Dari sejumlah (lebih kurang satu sendok) ”mani” yang dipancarkan itu terdapat sekitar 50.000 sperma, dari jumlah sebesar itu ternyata hanya satu sperma yang paling perkasalah yang bisa mencapai sel telur. Jadi, baru untuk bisa mencapai proses pembuahan yang akan menjadi bakal makhluk hidup saja, kita telah membunuh 49.999 saudara kita.

Kembali kemasalah mencari nafkah dengan cara haram, termasuk cara mendapatkan proyek dengan berkolusi, sehingga nilai yang terterap di lapangan paling-paling tinggal 50%-nya saja dari nilai total proyek. Sadarkah kita? Bahwa dengan cara merampok sepert ini, sesungguhnya kita pun sudah membunuh hak hidup dari puluhan ribu saudara-saudara kita yang tercinta, saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air.

Akal, merupakan karunia illahi yang maha hebat, yang tidak diberikan kepada makhluk apapun di alam semesta ini, kecuali manusia. Akal-lah yang membedakan kita dengan binatang buas, dan akal jugalah yang bisa membentuk pribadi kita sehingga menjadi makhluk yang paling mulia. Dengan akal bisa meninggikan derajat kita sebabagi manusia, bahkan lebih tinggi dari pada malaikat.

Kalau begitu, dimakah kita tempatkan karunia yang maha hebat itu? Pengaturan tender semakin menjadi-jadi, kolusi secara ber-jamaah sudah semakin membudaya, upeti yang harus diserahkan kepada pimpro dan panitia lelang sudah menjadi rahasia umum, pemeriksa dan tim audit-pun tidak mau ketinggalan kereta kolusi yang serba modern, sampai kapankah hal ini akan terus berlangsung?

Kontraktor yang ”jujur” adalah menivestasi dari pengusaha yang menggunakan karunia yang maha hebat ini, mereka mecari nafkah tanpa merugikan dan mengorbankan orang lain, mereka mengerjakan proyek-proyek untuk mendapatkan keuntungan yang wajar tanpa budaya semir. Karena merekalah pembangunan terlaksana dengan baik, pembangunan benar-benar dapat dirasakan sampai rakyat kecil sekalipun, bahkan dapat memberi nilai manfaat yang tiada taranya buat masyarakat pengguna.

Kontraktor yang jujur, tidak pernah takut akan kehilangan proyek, dengan konteks jujur-nya itu mereka lebih mengutamakan profesional dari pada keuntungan. Kontraktor yang jujur adalah kontraktor yang di-ridhai oleh Allah SWT Tuhan semesta alam, sudah pantaslah untuk mendapatkan surga. Dalam suatu haditnya Rasullullah SAW bersabda; ……..Pedagang yang jujur tempatnya adalah surga, ditempatkan setingkat dengan para nabi.

Abdur Rahman Bin Auf adalah contoh pedagang dermawan yang jujur, merupakan salah seorang sahabat Nabi Muhammad s.a.w yang berasal dari seorang bangsawan Quraisy,  yang termasuk dalam sepuluh sahabat yang dijanjikan Rasul s.a.w masuk surga (al-’Asyarah al Mubasysyarah). Ia rela menyerahkan seluruh kekayaannya untuk perjuangan Islam demi mengharapkan keridhaan Allah. Beliau dikenal juga sebagai seorang sahabat yang memiliki watak dinamis dan optimis serta ”zuhud” (berhati-hati) mendapatkan dan memiliki harta kekayaan (Darussyamsu, 2006).

Sebagaimana diriwayatkan anas bin malik tentang Abdur Rahman Bin Auf berikut ini,………….dan berkatalah Sa’ad Bin Rabi’(sahabat Abdul Rahman yang dipersaudaraan oleh Rasullah dengannya) kepada Abdur Rahman Bin Auf: ”Wahai saudaraku, aku adalah penduduk Madinah yang kaya raya, silahkan pilih separuh dari hartaku dan ambillah! Dan aku juga mempunyai dua orang isteri, coba perhatikan yang lebih menarik perhatianmu, akan kuceraikan sehingga kamu dapat memperisterinya”. Jawab Abdur Rahman bin Auf:”Moga-moga Allah memberkati anda, isteri dan harta anda! Cukup tunjukkan letak pasar kepadaku, agar dapat aku berdagang.

Abdur Rahman kemudian pergi ke pasar dan berjual beli di sana, ia pun  memperoleh keuntungan. Disebabkan keuletan dan optimisnya dalam menjalankan usaha dagang, dia kembali menjadi hartawan, tetap zuhud dengan harta tersebut.

Kehati-hatian (zuhud) Abdur Rahman terhadap harta yang dimilikinya, tergambar dalam sebuah sabda Nabi s.a.w yang diriwayatkan dari Ibrahim bin Abdur Rahman Bin Auf sebagai berikut: ”Wahai Ibnu Auf, engkau ini termasuk orang kaya, dan engkau tidak akan masuk surga kecuali dengan merangkak, maka persembahkan kepada Allah apa yang dapat membebaskan langkahmu menuju surga”. Apa yang diwajibkan Allah ya rasul? Tanya  Abdur Rahman. ”Hendaklah kamu menghormati tamu, memberi makan orang miskin dan memenuhi permintaan orang yang meminta, niscaya semuanya itu menjadi penebus bagi semua yang ada pada dirimu”, jawab Rasul.

            Setelah mendengar itu, diapun menjual tanahnya seharga 40 ribu dinar, kemudian semua uangnya itu dibagi-bagikannya kepada keluarga Bani Zuhrah yang dhu’afa dan fakir miskin lainnya. Pada hari lain, ia menyerahkan 500 ekor kuda untuk perlengkapan bala tentara Islam. Menjelang wafatnya dia berwasiat supaya mengwakafkan hartanya 500 dinar untuk jalan Allah dan 400 dinar untuk setiap orang yang ikut Perang Badar dan yang masih hidup. Semoga Allah SWT dapat membukakan hati kita untuk meneladaninya.***

 

Sumber

Bahan Kuliah Desain Pondasi Dalam

klik disini…

monggo..

%d blogger menyukai ini: