Keduanya adalah Jodoh

Sipil dan Arsitek

Kebanyakan orang, tidak bisa membedakan Arsitek dan Teknik Sipil. Arsitek memang lebih populer dibanding Teknik Sipil di masyarakat umum, ketika ada suatu bangunan megah nan mewah, pasti akan ditanya, “Siapa Arsiteknya?”. Bagaimana dengan Teknik Sipil? Pengalaman saya sewaktu akan masuk Teknik Sipil ada tetangga saya yang bertanya, “Mengapa kamu masuk Teknik Sipil? Mengapa tidak jadi Polisi sekalian?” dia kira saya akan menjadi petugas keamanan Sipil yang seragamnya hijau itu. Haha, Tuhan Maha Asyik memang.

Dalam lingkup mahasiswa yang notabene non teknik, banyak juga yang tidak tahu perbedaan Arsitek dan Teknik Sipil. Penjelasan singkat saja, Arsitek menurut saya memelajari bagaimana merancang suatu bangunan agar terlihat indah, megah, nyaman, unik, serta membuat bangunan itu mempunyai auranya sendiri. Teknik Sipil lebih memelajari bagaimana agar bangunan yang Arsitek rancang bisa aman terhadap beban statis maupun dinamis serta tahan terhadap gempa dan atau beban lainya.

Seorang insinyur Sipil, bukan berarti tidak bisa merancang suatu bangunan, Sipil tidak hanya membangun mentah-mentah model yang Arsitek berikan, seorang Sipil bisa merancang suatu gedung, jembatan, bandara, pelabuhan, rumah dll.

Menurut saya, perbedaan Arsitek dan Sipil itu ibarat Syariat dan Hakikat. Pertama saya tegaskan bahwa Syariat dan Hakikat itu bukan level, bukan kelas tetapi suatu perjodohan. Saya ibaratkan Arsitek itu Syariat karena keilmuan Arsitek dalam pandangan saya lebih menitikberatkan pada keindahan luar, keindahan fisik sedangkan Teknik Sipil lebih kedalam kekuatan “tenaga dalam” atau “keimanan” suatu bangunan.

Jika dianalogikan apabila suatu bangunan itu adalah manusia, yang dipelajari Arsitek adalah bagaimana menata rambut, bagaimana ber-make up, bagaimana memakai pakaian yang pas dengan konsisi tubuh dll, semua yang sifatnya keindahan. Nah, Teknik Sipil banyak memelajari bagaimana agar kuat terhadap beban hidup, bagaimana agar kuat menghadapi cobaan, bagaimana agar tetap sehat. Tetapi bukan berarti Sipil tidak mempunyai sense keindahan, hanya saja tidak spesifik. Jadi, intinya Sipil lebih memelajari yang sifatnya kedalam, itulah Hakikat.

Suatu keindah jika tidak punya jiwa yang kuat, jiwa yang tangguh apalah artinya? bagus diluar jelek di dalam, ambruk. Akan tetapi juga, apabila sehat, kuat, tangguh tetapi tidak memiliki keindahan tidak beda dengan orang gila di pinggir-pinggir jalan, bukan?.

Keduanya memang berbeda secara substansial, tidak ada yang lebih buruk dari keduanya. Tuhan adil, Dia atur siapa yang belajar apa. Arsitek dan Sipil adalah Syariat dan Hakikat, Arsitek dan Sipil adalah perjodohan antara tubuh dan jiwa.

 

 

Jogjakarta, 18 Oktober 2014

~Org075

Iklan

Hari Raya Iedul Adha 1435 H

Idul Adha

Suasana Sholat Ied di Masjid Ulil Albab, Kaliurang

Idul Adha adalah momentum menumbuhsuburkan rasa rasa kasih  sayang di antara sesama. Inilah pesan indah yang dicanangkan dua manusia agung; Nabi Ibrahim dan Rasulullah SAW.

Idul Adha bisa kita maknai dari dua sisi. Yaitu dari sisi ajaran yang dibawa Rasulullah SAW dan dari sisi pengalaman Nabi Ibrahim dan keluarganya.
Dalam Alquran, keduanya digelari uswatun hasanah (Nabi yang menjadi teladan dalam kebaikan).
Difirmankan, ”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS Al Ahzab [33]: 21).
Juga, ”Sesungguhnya telah ada teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia.” (QS Al Mumtahanah [60]: 6).
Hikmah dari Rasulullah SAW
Dilihat dari sisi ajaran Rasulullah SAW, Idul Adha erat kaitannya dengan diturunkannya ayat ketiga dari QS Al Maa’idah. Difirmankan, ”Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”

Baca pos ini lebih lanjut

Puisi Cinta Mahasiswa Teknik Sipil

Tahukah engkau…??
Aku ingin membuatmu kokoh berdiri diatas tanah lempung montmorilonite
Aku ingin menjadi tulangan besi di dalam beton bertulang
Aku ingin menjadi kuda-kuda yang kokoh menopang atap
Aku ingin menjadi kolom utama penopang hidupmu

Tahukah kau…??
Kaulah yang menjadi pondasiku untuk mewujudkan bangunan masa depanku
Kaulah yang menjadikan jalan hidup ini bagaikan di hotmix
Kaulah yang menjadi safety factor dari stabilitas kehidupanku
tanpamu, aku hancur Baca pos ini lebih lanjut

Galau Remed

Yogyakarta, 8 Februari 2014

Halloo selamat pagi warga sipil sebangsa dan setanah air yang sedang menikmati indahnya Indonesia di manapun kalian berada *tsaah. Khususnya buat para mahasiwa(i) sipil UII yang pade kece semoga pagi ini bukan pagi gundah gulanah kalian karena hari ini adalah hari terakhir key in remed (Pliss, karena dengan gundah gulanah ke kecean lo bisa turun 30 %…. Gue serius!). Okay, I know hows your feeling beb. Bayangin! Ketika kita sudah ngelewatin masa-masa ujian dengan (harapannya) baik, ketika kita harusnya sudah melihat hasil kita yang (harapannya) baik, dan ketika kita harusnya menikmati liburan kita yang (harapannya) menyenangkan bersama handai taulan sambil merencanakan langkah selanjutnya. Sumpah itu indah banget men! It’s perfect life men!!! (Maaf, gue rada lebay). Baca pos ini lebih lanjut

Agenda Remediasi Semester Ganjil TA 2013/14

Capture

Diumumkan kepada seluruh mahasiswa FTSP-UII, bahwa Agenda Akademik REMEDIASI Semester Ganjil TA. 2013/2014 dapat dilihat disini

APLIKASI-APLIKASI SIPIL UNTUK ANDROID

Kali ini kita mau share aplikasi-aplikasi sipil untuk gadget kawan-kawan, khususnya yang menggunakan sistem operasi android. Sistem operasi android memang salah satu sistem operasi gadget yang sangat pesat perkembangannya. Kini banyak vendor handphone ataupun tablet yang mengusung sistem operasi android. Ini juga didukung oleh berbagai perusahaan pengembang aplikasi android yang terus berinovasi untuk menciptakan aplikasi yang dapat mempermudah user android dalam melakukan kegiatan sehari-hari.  Demikian juga untuk bidang teknik sipil, kini telah banyak aplikasi yang dapat membantu pekerjaan di bidang teknik sipil. Nah, berikut beberapa aplikasi yang recomended buat kawan-kawan:

  • Frame Design

Aplikasi ini akan membantu kawan-kawan dalam menyelesaikan berbagai  persoalan analisis struktur. Dengan aplikasi ini adalah kita dapat membuat berbagai struktur mulai dari balok sederhana, struktur rangka ataupun struktur portal dengan berbagai kondisi. Kita dapat menambahkan beban terpusat, beban merata ataupun momen  pada struktur. Yang menarik adalah kita dapat dengan mudah mengetahui reaksi perletakan, gaya-gaya dalam (shear force, normal force, bending momen), lendutan serta tegangannya. Aplikasi ini dapat kawan-kawan download di playstore secara gratis.

Download Frame Design on playstore

  • Autocad 360

Siapa yang tidak tau aplikasi ini? Ya, semua anak sipil pasti tau dong sama aplikasi ini. Dari namanya sudah jelas bukan? Software untuk membuat gambar kerja ini kini dapat kita nikmati di perangkat android kita. Dengan aplikasi ini kita dapat membuka gambar kerja yang telah dibuat di komputer. Selain itu juga kita dapat mengedit gambar tersebut. Beberapa tools yang biasa kita gunakan untuk mengedit gambar di komputer juga tersedia disini. Namun untuk dapat menggunakan aplikasi ini perangkat android kawan-kawan harus terhubung ke internet serta harus memiliki akun di autodesk terlebih dahulu. Kawan-kawan juga harus mengupload dahulu gambar kerjanya agar dapat dibuka dan diedit.

Aplikasi ini tersedia dalam 2 versi, yaitu versi yang gratisan dan versi yang berbayar. Untuk versi yang berbayar tentu fiturnya lebih lengkap dibanding yang gratis.

Download Autocad 360 on playstore

  • Beam

Sesuai dengan namanya, aplikasi ini berisi formula untuk mencari gaya dalam (shear force, bending moment), lendutan dan sudut rotasi balok. Dalam aplikasi ini kawan-kawan dapat menemukan balok dengan berbagai perletakan dengan berbagai kondisi pembebanan. Untuk menikmati aplikasi ini kita harus membayar sebesar $1.32. Tetapi kawan-kawan juga dapat menikmati aplikasi ini di black market secara gratis tentu dengan resiko tersendiri.

Download Beam on playstore

  • Convertpad

Mungkin masih ada dari kawan-kawan yang bingung dalam mengkonversi satuan. Kesalahan dalam konversi satuan tentu akan berdampak besar. Nah, aplikasi ini dapat membantu kawan-kawan dalam melakukan konversi berbagai macam satuan. Satuan yang disajikan dalam aplikasi ini terbilang lengkap. Aplikasi ini dapat kawan-kawan download di playstore secara gratis.

Download Convertpad on playstore

Selain keempat aplikasi di atas tentu masih banyak lagi aplikasi sipil lainnya yang tersedia di google play store. Aplikasi di atas hanya sebagian kecil saja. Silahkan kawan-kawan main di google play store untuk mencari aplikasi lainnya yang kawan butuhkan. Sekian dulu deh sharing kali ini. Bagi kawan-kawan yang ingin mereview aplikasi sipil lainnya silahkan di sharing. Selamat mencoba aplikasinya!

-Sumber-

JENIS – JENIS PERKERASAN JALAN

STRUKTUR PERKERASAN

Pada umumnya, perkerasan jalan terdiri dari beberapa jenis lapisan perkerasan yang tersusun dari bawah ke atas,sebagai berikut :
• Lapisan tanah dasar (sub grade)
• Lapisan pondasi bawah (subbase course)
• Lapisan pondasi atas (base course)
• Lapisan permukaan / penutup (surface course)

a1
Gambar 1. Lapisan perkerasan jalan lentur

Terdapat beberapa jenis / tipe perkerasan terdiri :
a. Flexible pavement (perkerasan lentur).
b. Rigid pavement (perkerasan kaku).
c. Composite pavement (gabungan rigid dan flexible pavement).

PERKERASAN LENTUR

  • Jenis dan fungsi lapisan perkerasan
    Lapisan perkerasan jalan berfungsi untuk menerima beban lalu-lintas dan menyebarkannya ke lapisan di bawahnya terus ke tanah dasar
  • Lapisan Tanah Dasar (Subgrade)
    Lapisan tanah dasar adalah lapisan tanah yang berfungsi sebagai tempat perletakan lapis perkerasan dan mendukung konstruksi perkerasan jalan diatasnya. Menurut Spesifikasi, tanah dasar adalah lapisan paling atas dari timbunan badan jalan setebal 30 cm, yang mempunyai persyaratan tertentu sesuai fungsinya, yaitu yang berkenaan dengan kepadatan dan daya dukungnya (CBR).
    Lapisan tanah dasar dapat berupa tanah asli yang dipadatkan jika tanah aslinya baik, atau tanah urugan yang didatangkan dari tempat lain atau tanah yang distabilisasi dan lain lain
    Ditinjau dari muka tanah asli, maka lapisan tanah dasar dibedakan atas :
    • Lapisan tanah dasar, tanah galian.
    • Lapisan tanah dasar, tanah urugan.
    • Lapisan tanah dasar, tanah asli.
    Kekuatan dan keawetan konstruksi perkerasan jalan sangat tergantung dari sifat-sifat dan daya dukung tanah dasar.
    Umumnya persoalan yang menyangkut tanah dasar adalah sebagai berikut :
    • Perubahan bentuk tetap (deformasi permanen) akibat beban lalu lintas.
    • Sifat mengembang dan menyusutnya tanah akibat perubahan kadar air.
    • Daya dukung tanah yang tidak merata akibat adanya perbedaan sifat-sifat tanah pada lokasi yang berdekatan atau akibat kesalahan pelaksanaan misalnya kepadatan yang kurang baik.
  • Lapisan Pondasi Bawah (Subbase Course)
    Lapis pondasi bawah adalah lapisan perkerasan yang terletak di atas lapisan tanah dasar dan di bawah lapis pondasi atas. Lapis pondasi bawah ini berfungsi sebagai :
    • Bagian dari konstruksi perkerasan untuk menyebarkan beban roda ke tanah dasar.
    • Lapis peresapan, agar air tanah tidak berkumpul di pondasi.
    • Lapisan untuk mencegah partikel-partikel halus dari tanah dasar naik ke lapis pondasi atas.
    • Lapis pelindung lapisan tanah dasar dari beban roda-roda alat berat (akibat lemahnya daya dukung tanah dasar) pada awal-awal pelaksanaan pekerjaan.
    • Lapis pelindung lapisan tanah dasar dari pengaruh cuaca terutama hujan.
  • Lapisan pondasi atas (base course)
    Lapisan pondasi atas adalah lapisan perkerasan yang terletak di antara lapis pondasi bawah dan lapis permukaan. Lapisan pondasi atas ini berfungsi sebagai :
    • Bagian perkerasan yang menahan gaya lintang dari beban roda dan menyebarkan beban ke lapisan di bawahnya.
    • Bantalan terhadap lapisan permukaan.
    Bahan-bahan untuk lapis pondasi atas ini harus cukup kuat dan awet sehingga dapat menahan beban-beban roda. Dalam penentuan bahan lapis pondasi ini perlu dipertimbangkan beberapa hal antara lain, kecukupan bahan setempat, harga, volume pekerjaan dan jarak angkut bahan ke lapangan.
  • Lapisan Permukaan (Surface Course)
    Lapisan permukaan adalah lapisan yang bersentuhan langsung dengan beban roda kendaraan. Lapisan permukaan ini berfungsi sebagai :
    • Lapisan yang langsung menahan akibat beban roda kendaraan.
    • Lapisan yang langsung menahan gesekan akibat rem kendaraan (lapisaus).
    • Lapisan yang mencegah air hujan yang jatuh di atasnya tidak meresap ke lapisan bawahnya dan melemahkan lapisan tersebut.
    • Lapisan yang menyebarkan beban ke lapisan bawah, sehingga dapat dipikul oleh lapisan di bawahnya.
    Apabila dperlukan, dapat juga dipasang suatu lapis penutup / lapis aus (wearing course) di atas lapis permukaan tersebut.
    Fungsi lapis aus ini adalah sebagai lapisan pelindung bagi lapis permukaan untuk mencegah masuknya air dan untuk memberikankekesatan (skid resistance) permukaan jalan. Apis aus tidak diperhitungkan ikut memikul beban lalu lintas.
  • Kelebihan jalan aspal
·         Jalan lebih halus, mulus, dan tidak bergelombang sehingga enak dalam berkendara.
·         Warna hitam aspal mempengaruhi psikologi pengendara menjadi lebih teduh dan nyaman
·         Untuk penggunaan pada jalan dengan lalu lintas kendaraan ringan, jalan aspal lebih murah dibanding konstruksi jalan beton.
·         Proses perawatan lebih mudah karena tinggal mengganti pada area yang rusak saja, dengan cara mengganti dengan yang baru pada area jalan yang rusak.
  • Kekurangan jalan aspal
·         Tidak tahan terhadap genangan air, sehingga memerlukan saluran drainase yang baik untuk proses pengeringan jalan aspal pasca hujan atau banjir

·         Pada struktur tanah yang buruk harus dilakukan perbaikan tanah terlebih dahulu sebelum ditumpangi oleh konstruksijalan aspal.

PERKERASAN KAKU

Perkerasan jalan beton semen atau secara umum disebut perkerasan kaku, terdiri atas plat (slab) beton semen sebagai lapis pondasi dan lapis pondasi bawah (bisa juga tidak ada) di atas tanah dasar. Dalam konstruksi perkerasan kaku, plat beton sering disebut sebagai lapis pondasi karena dimungkinkan masih adanya lapisan aspal beton di atasnya yang berfungsi sebagai lapis permukaan.
Perkerasan beton yang kaku dan memiliki modulus elastisitas yang tinggi, akan mendistribusikan beban ke bidang tanah dasra yang cukup luas sehingga bagian terbesar dari kapasitas struktur perkerasan diperoleh dari plat beton sendiri. Hal ini berbeda dengan perkerasan lentur dimana kekuatan perkerasan diperoleh dari tebal lapis pondasi bawah, lapis pondasi dan lapis permukaan.
Karena yang paling penting adalah mengetahui kapasitas struktur yang menanggung beban, maka faktor yang paling diperhatikan dalam perencanaan tebal perkerasan beton semen adalah kekuatan beton itu sendiri. Adanya beragam kekuatan dari tanah dasar dan atau pondasi hanya berpengaruh kecil terhadap kapasitas struktural perkerasannya.
Lapis pondasi bawah jika digunakan di bawah plat beton karena beberapa pertimbangan, yaitu antara lain untuk menghindari terjadinya pumping, kendali terhadap sistem drainasi, kendali terhadap kembang-susut yang terjadi pada tanah dasar dan untuk menyediakan lantai kerja (working platform) untuk pekerjaan konstruksi.
Secara lebih spesifik, fungsi dari lapis pondasi bawah adalah :
• Menyediakan lapisan yang seragam, stabil dan permanen.
• Menaikkan harga modulus reaksi tanah dasar (modulus of sub-grade reaction = k), menjadi modulus reaksi gabungan (modulus of composite reaction).
• Mengurangi kemungkinan terjadinya retak-retak pada plat beton.
• Menyediakan lantai kerja bagi alat-alat berat selama masa konstruksi.
Menghindari terjadinya pumping, yaitu keluarnya butir-butiran halus tanah bersama air pada daerah sambungan, retakan atau pada bagian pinggir perkerasan, akibat lendutan atau gerakan vertikal plat beton karena beban lalu lintas, setelah adanya air bebas terakumulasi di bawah pelat.
Pemilihan penggunaan jenis perkerasan kaku dibandingkan dengan perkerasan lentur yang sudah lama dikenal dan lebih sering digunakan, dilakukan berdasarkan keuntungan dan kerugian masing-masing jenis perkerasan tersebut seperti dapat dilihat pada Tabel 1.3.

Perkembangan perkerasan kaku

Pada awal mula rekayasa jalan raya, plat perkerasan kaku dibangun langsung di atas tanah dasar tanpa memperhatikan sama sekali jenis tanah dasar dan kondisi drainasenya. Pada umumnya dibangun plat beton setebal 6 – 7 inch. Dengan bertambahnya beban lalu-lintas, khususnya setelah Perang Dunia ke II, mulai disadari bahwa jenis tanah dasar berperan penting terhadap unjuk kerja perkerasan, terutama sangat pengaruh terhadap terjadinya pumping pada perkerasan. Oleh karena itu, untuk selanjutnya usaha-usaha untuk mengatasi pumping sangat penting untuk diperhitungkan dalam perencanaan.
Pada periode sebelumnya, tidak biasa membuat pelat beton dengan penebalan di bagian ujung / pinggir untuk mengatasi kondisi tegangan struktural yang sangat tinggi akibat beban truk yang sering lewat di bagian pinggir perkerasan.
Kemudian setelah efek pumping sering terjadi pada kebanyakan jalan raya dan jalan bebas hambatan, banyak dibangun konstruksi pekerasan kaku yang lebih tebal yaitu antara 9 – 10 inch.
Guna mempelajari hubungan antara beban lalu-lintas dan perkerasan kaku, pada tahun 1949 di Maryland USA telah dibangun Test Roads atau Jalan Uji dengan arahan dari Highway Research Board, yaitu untuk mempelajari dan mencari hubungan antara beragam beban sumbu kendaraan terhadap unjuk kerja perkerasan kaku.
Perkerasan beton pada jalan uji dibangun setebal potongan melintang 9 – 7 – 9 inch, jarak antara siar susut 40 kaki, sedangkan jarak antara siar muai 120 kaki. Untuk sambungan memanjang digunakan dowel berdiameter 3/4 inch dan berjarak 15 inch di bagian tengah. Perkerasan beton uji ini diperkuat dengan wire mesh.
Tujuan dari program jalan uji ini adalah untuk mengetahui efek pembebanan relatif dan konfigurasi tegangan pada perkerasan kaku. Beban yang digunakan adalah 18.000 lbs dan 22.400 pounds untuk sumbu tunggal dan 32.000 serta 44.000 pounds pada sumbu ganda. Hasil yang paling penting dari program uji ini adalah bahwa perkembangan retak pada pelat beton adalah karena terjadinya gejala pumping. Tegangan dan lendutan yang diukur pada jalan uji adalah akibat adanya pumping.
Selain itu dikenal juga AASHO Road Test yang dibangun di Ottawa, Illinois pada tahun 1950. Salah satu hasil yang paling penting dari penelitian pada jalan uji AASHO ini adalah mengenai indeks pelayanan. Penemuan yang paling signifikan adalah adanya hubungan antara perubahan repetisi beban terhadap perubahan tingkat pelayanan jalan. Pada jalan uji AASHO, tingkat pelayanan akhir diasumsikan dengan angka 1,5 (tergantung juga kinerja perkerasan yang diharapkan), sedangkan tingkat pelayanan awal selalu kurang dan 5,0.

Jenis-jenis perkerasan jalan beton semen

Berdasarkan adanya sambungan dan tulangan plat beton perkerasan kaku, perkerasan beton semen dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis sebagai berikut :

• Perkerasan beton semen biasa dengan sambungan tanpa tulangan untuk kendali retak.
• Perkerasan beton semen biasa dengan sambungan dengan tulangan plat untuk kendali retak. Untuk kendali retak digunakan wire mesh diantara siar dan penggunaannya independen terhadap adanya tulangan dowel.
• Perkerasan beton bertulang menerus (tanpa sambungan). Tulangan beton terdiri dari baja tulangan dengan prosentasi besi yang relatif cukup banyak (0,02 % dari luas penampang beton).

Pada saat ini, jenis perkerasan beton semen yang populer dan banyak digunakan di negara-negara maju adalah jenis perkerasan beton bertulang menerus.

Kelebihan Jalan Beton
·         Dapat menahan beban kendaraan yang berat
·         Tahan terhadap genangan air dan banjir
·         Biaya perawatan lebih murah dibanding jalan aspal
·         Dapat digunakan pada struktur tanah lemah tanpa perbaikan struktur tanahnya terlebih dahulu
·         Pengadaan material lebih mudah didapat
Kekurangan jalan beton
·         Kualitas jalan beton sangat bergantung pada proses pelaksanaannya misal pengeringan yang terlalu cepat dapat menimbulkan keretakan jalan, untuk mengatasi hal ini dapat menambahkan zat kimia pada campuran beton atau dengan menutup beton pasca pengecoran dengan kain basah untuk memperlambat proses pengeringan
·         Untuk penggunaan pada jalan rayadengan kapasitas berat kendaraan yang tinggi, maka biaya konstruksi jalan beton lebih mahal dibanding jalan aspal, namun lebih murah pada masa perawatan.
·         Kehalusan dan gelombang jalan sangat ditentukan pada saat proses pengecoran sehingga diperlukan pengawasan yang ketat.
·         Proses perbaikan jalan dengan cara menumpang pada konstruksi jalan beton yang lama, sehingga menaikan ketinggian elevasi jalan, sehingga terkadang elevasi jalan lebih tinggi dibanding rumah di sampingnya.

·         Warna beton membuat suasana jalan menjadi keras dan gersang shingga menimbulkan efek kehati-hatian bagi pengendara di atasnya.

PERKERASAN KOMPOSIT

Perkerasan komposit merupakan gabungan konstruksi perkerasan kaku (rigid pavement) dan lapisan perkerasan lentur (flexible pavement) di atasnya, dimana kedua jenis perkerasan ini bekerja sama dalam memilkul beban lalu lintas. Untuk ini maka perlua ada persyaratan ketebalan perkerasan aspal agar mempunyai kekakuan yang cukup serta dapat mencegah retak refleksi dari perkerasan beton di bawahnya.
Hal ini akan dibahas lebih lanjut di bagian lain.
Konstruksi ini umumnya mempunyai tingkat kenyamanan yang lebih baik bagi pengendara dibandingkan dengan konstruksi perkerasan beton semen sebagai lapis permukaan tanpa aspal.

Tabel 1.3. : Perbedaan antara Perkerasan Kaku dengan Perkerasan Lentur.
a3
a4

Peta Jaringan Trayek/Rute Bus Trans-Jogja

Berikut gambar jalur/rute atau jaringan trayek Trans-Jogja. Silakan didownload/copy (catatan : untuk mempublikasikan kembali dimohon menyertakan sumbernya) :

Peta Jaringan Trayek TransJogja

Catatan : untuk peta trayek Trans-Jogja terbaru lihat di sini.

(digambar dan diolah oleh Rizki Beo dan Lazuardi)

 

Sumber

Pengukuran Topografi

Tahapan kegiatan pengukuran topografi akan dilakukan terdiri dari beberapa kegiatan sebagai berikut :
1.        Pekerjaan persiapan dan orientasi lapangan
Pekerjaan persiapan meliputi persiapan administrasi (perijinan), persiapan alat dan persiapan personil. Peralatan sebelum digunakan ditunjukkan kepada direksi dan dikalibrasi terlebuh dahulu. Sebelum dilakukan mobilisasi tim pengukuran dilakukan orientasi lapangan yang dilakukan oleh tenaga ahli yang bersangkutan beserta juru ukur, dengan maksud untuk mengadakan pengenalan daerah yang akan diukur, memperoleh informasi tentang keadaan lokasi dan batas areal yang akan diukur sesuai petunjuk direksi, mencari base camp, serta melakukan sinkronisasi rencana kerja dengan kondisi lapangan.
2.        Melakukan pembuatan patok-patok bantu dan alat bantu lainnya.
Konsultan akan menyediakan patok-patok bantu dari kayu dolken dan patok-patok dari beton bertulang (BM) untuk dipasang pada lokasi tertentu dan jarak tertentu untuk memindahkan titik-titik sementara. Patok-patok ini akan dijaga jangan sampai rusak, pada ujung kepala patok kayu itu dipasang paku berkepala bulat.
3.        Membuat titik tetap (BM) pada lokasi tertentu yang akan ditentukan kemudian oleh Direksi.
Titik tetap (BM) akan ditanam pada lokasi yang aman, kuat, stabil, tidak mudah hilang dan pada lokasi yang mudah dicari. Titik tetap diberi nomor dan kode pengenal yang dibuat dari plat marmer. Ukuran dan nomor kode pengenal akan ditentukan Direksi dan bardasar TTG peta rupa bumi.
4.        Penentuan titik awal
Peta topografi yang dihasilkan harus berkesinambungan dengan peta terdahulu/peta yang telah ada, untuk itu diperlukan informasi tentang titik kontrol serta sistem proyeksi yang digunakan sebagai titik referensi. Untuk titik tetap yang digunakan sebagai titik referensi akan ditentukan Direksi lapangan.
5.        Pengukuran kerangka horizontal
Pengukuran kerangka horisontal dilakukan dengan menggunakan metode poligon. Pengukuran poligon terdiri dari beberapa kring, yaitu poligon utama dan poligon cabang. Poligon utama akan terbagi dalam beberapa loop/kring utama yang mengelilingi areal survei yang akan ditetapkan, sedang untuk poligon cabang dimulai dan diakhiri di titik poligon utama. Unsur-unsur yang diukur pada pekerjaan ini meliputi sudut dan jarak. Untuk poligon utama sudut diukur dengan menggunakan alat Theodolit T2 atau yang sejenis, dan jarak diukur dengan menggunakan EDM, sedang untuk poligon cabang sudut dapat diukur dengan menggunakan Theodolit T0 dan jaraknya dapat diukur dengan menggunakan roll meter/ meet band dengan kontrol jarak optis. Ketentuan mengenai poligon utama sebagai berikut :
  •  Sudut horisontal dibaca dalam satu seri lengkap (B – B – LB – LB) dan selisih sudut hasil pembacaan tidak lebih dari 5 detik.
  •  Pengukuran jarak (dengan EDM) maksimum adalah 100 m, pengamatan dilakukan ke depan dan dikontrol dengan pengamatan ke belakang.
  • Toleransi kesalahan penutup sudut tidak boleh lebih dari 10”√N, dengan N adalah jumlah titik poligon.
  • Toleransi kesalahan penutup koordinat tidak boleh lebih dari 0,8√D meter, dengan semua sudut poligon sudah diratakan dan D adalah jumlah jarak sisi poligon.
  • Ketentuan untuk poligon cabang adalah sebagai berikut :
  • Sudut horisontal dibaca dalam satu seri (B – LB) dan selisih sudut hasil pembacaan tidak lebih dari 5 detik.
  • Pengukuran jarak maksimum adalah 100 meter, pengamatan dilakukan dua kali dengan meetband dan dikontrol dengan jarak optis.
  • Tolerasi kesalahan penutup sudut tidak boleh lebih dari 5”√N, dengan N adalah jumlah titik poligon.
  • Toleransi kesalahan penutup linear tidak boleh lebih dari 1 : 2500.
6.        Pengukuran kerangka vertikal
Pengukuran kerangka vertikal dilakukan dengan menggunakan metode sipat datar, untuk mendapatkan beda tinggi antara dua titik. Rute jalur pengukuran kerangka vertikal sama dengan jalur yang dilalui oleh jalur poligon dan merupakan jalur tertutup. Pengukuran kerangka vertikal dilaksanakan dengan menggunakan alat ukur jenis Automatic Level (Zeiss NI2 atau sederajat).
Ketentuan mengenai pengukuran sipat data/ waterpass yang harus diikuti sebagai berikut:
–          Sebelum dan sesudah pengukuran dilaksanakan, harus dilakukan pengecekan alat dengan pengamatan garis bidik
–          Pembacaan benang dilakukan lengkap (benang tengah, benang atas dan benang bawah)
–          Pengukuran untuk setiap slag dilakukan dengan double stand dan setiap seksi dilakukan pengukuran pergi-pulang
–          Jarak bidik dari alat ke rambu maksimum 50 meter
–          Posisi alat setiap slag diatur sedemikian sehingga berada pada jarak yang hampir sama antara rambu muka dan rambu belakang
–          Rambu dipasang tegak dengan batuan nivo atau unting-unting
–          Untuk rambu panjang 3,00 meter, pembacaan benang antara 0,250 m dan 2,750 m.
–          Toleransi salah penutup tinggi tidak boleh lebih dari 10√D mm, dengan D adalah panjang seksi pengukuran dalam km.
7.        Pengukuran Azimuth Matahari
Pengukuran asimuth matahari dilakukan untuk menentukan azimuth awal hitungan poligon dan mengontrol hasil pengukuran sudut. Pengukuran harus dilakukan dengan menggunakan alat ukur Theodolit T.2 dan prisma Roellof dan menggunakan metode tinggi matahari.
8.        Pengukuran Situasi
Pengukuran situasi dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang kondisi dari areal yang dipetakan, yaitu daerah yang dianggap kritis dan daerah yang dianggap potensial untuk dikembangkan.
Ketentuan yang harus diikuti dalam pengukuran ini adalah sebagai berikut:
–          Alat yang digunakan adalah Theodolit T.0 atau alat yang sederajat.
–          Metode pengukuran adalah kombinasi spotheight, raai meeting dalam usaha mengcover segala obyek lapangan.
–          Ketelitian tinggi (beda tinggi) 30√D
–          Ketelitian jarak 1 : 1.000 dan sudut 30”√D
–          Membuat sketsa pengukuran untuk mempermudah dalam penggambaran.
–          Pengukuran peta situasi skala 1 : 1.000 untuk daerah sekitar jaringan pemanfaatan.
Untuk pengukuran tampang melintang/ memanjang dibuat dengan jarak untuk antar profil sejauh 50 meter untuk daerah lurus dan dengan jarak yang lebih rapat untuk daerah yang berbelok, untuk skala gambar dibuat dengan skala yang sama antara vertikal dan horisontal (1:100) atau ditentukan lain oleh Direksi.
9.        Buku Ukur
Buku ukur harus mendapat persetujuan Direksi Pekerjaan dan penulisannya harus jelas. Bila terjadi kesalahan harus dicoret dan ditulis pembetulannya, tidak dibenarkan untuk menutup/ menghapus kesalahan tulisan di dalam buku ukur.
10.    Perhitungan Dan Penggambaran
Seluruh hasil perhitungan sebelum digambar harus terlebih dahulu diperiksa dan disetujui Direksi. Gambar draft dibuat di atas kertas milimeter, setelah betul dan mendapat persetujuan Direksi baru dipindahkan ke atas kertas kalkir 85 gr/ mm. Penggambaran Peta Ikhtisar skala 1:25.000 dari peta rupa bumi dan Peta Situasi skala 1 : 5000. Gambar yang dibuat harus memuat petunjuk sebagai berikut :
–          Grid koordinat tiap 10 cm (tiap 100 m lapangan).
–          Keterangan/legenda yang lazim dipakai/standar yang sudah dipakai untuk ini harus dikonsultasikan dengan
–          Direksi
–          Petunjuk arah orientasi geografis
–          Ploting semua data informasi lapangan (X,Y dan Z) dan informasi Detail lainnya.
–          Penggambaran situasi/peta skala 1:5.000 harus memuat petunjuk sebagai berikut :
–          Grid koordinat tiap 5 cm (tiap 250 m lapangan).
–          Keterangan/ legenda yang lazim dipakai/ standar yang sudah dipakai untuk ini harus dikonsultasikan dengan Direksi
–          Petunjuk arah orientasi geografis

–          Ploting semua data informasi lapangan (X,Y dan Z) dan informasi Detail lainnya.

Sumber

Baja Ringan

Baja adalah logam yang kuat dan tidak mudah berkarat. Baja digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan berbagai macam barang kebutuhan manusia seperti peralatan rumah tangga sampai pembuatan bahan untuk sebuah bangunan. Baja untuk konstruksi sebuah bangunan harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Saat ini baja untuk konstruksi atap berupa baja ringan.

Baja ringan dipilih untuk konstruksi bangunan, misalnya rangka atap (penyangga atap) karena meskipun tipis dan ringan tetapi mempunyai kekuatan yang besar untuk menahan beban dan tidak mudah berkarat. Rangka bangunan misalnya rumah bertingkat, hotel, apartemen dan jembatan, tentu memerlukan rangka yang mempunyai kekuatan yang dapat menahan beban yang besar secara terus menerus.

Selain membutuhkan baja untuk memperkuat struktur bangunan, juga harus ditunjang oleh desain yang memenuhi kaidah desain struktur bangunan yang benar. Meskipun baja yang digunakan adalah kualitas terbaik, bila desain struktur bangunan tidak memenuhi standar yang benar maka dapat dipastikan bahwa bangunan tersebut tidak terjamin keamanannya. Sedangkan bila struktur bangunan didesain dengan memenuhi standar yang benar, pemakaian baja ringan didalam struktur bangunan akan memberikan kekuatan pada bangunan tersebut.

Kerangka Kuda-kuda Baja Ringan

Kerangka Kuda-kuda Baja Ringan

Saat ini, baja tersebut telah digunakan pada berbagai desain bangunan yang ada, sehingga makin banyak perusahaan yang memproduksi  baja jenis tersebut. Dalam memilih baja tersebut sesuaikan dengan rencana dan desain bangunan yang kita inginkan. Pilihlah dengan tepat baja berkualitas yang akan digunakan. Jangan memilih baja ringan hanya berdasarkan harga yang murah, tanpa memperhatikan kualitas baja tersebut. Konsultasikan pada orang yang telah berpengalaman mengenai baja tersebut. Dapat juga ditanyakan pada toko-toko bangunan yang menjual baja untuk konstruksi rumah, baja manakah yang sesuai dengan yang kita butuhkan.

Konstruksi atap baja ringan sebagai solusi alternatif terbaik sebagai pengganti kuda-kuda kayu memang sudak tidak diragukan lagi kualitasnya dikarenakan umur pakai yang lebih lama, kecepatan dalam hal pemasangan, dan kekuatan struktur yang terjamin. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya pemakai baja ringan mulai dari kalangan kontraktor bangunan, developer, konsultan, ataupun para pemilik proyek di kota besar ataupun di pelosok daerah.

Kuda-kuda Baja Ringan

Kuda-kuda Baja Ringan

Beberapa kelebihan baja ringan antara lain :

a. Anti rayap – Jangka panjang

Hal yang paling mencolok dari sifat material baja ringan adalah anti rayap, sesuatu yang sering dikeluhkan pengguna material kayu, apalagi jika kayu yang digunakan hanyalah kayu kualitas kelas II.

b. Tahan cuaca dan api

Selain anti rayap, material baja ringan memiliki ketahanan yang lebih terhadap air hujan maupun terpaan terik matahari. Seringkali, material kayu lebih mudah rusak karena sering terkena air meski hanya sekadar tempias atau karena terpaan panas matahari. Kalau sudah demikian, kekuatan kayu pun rontok, lapuk, atau malah membusuk. Salah satu sifat baja ringan adalah tahan api. Artinya, material ini tidak akan merambatkan api tatkala terjadi kebakaran. Memang salah satu sifat baja adalah kekuatannya baja akan berkurang apabila terkena panas yang berlebihan. Namun, dalam baja ringan terdapat sistem proteksi khusus yang disebut fire resistance yakni rakitan sistem struktur untuk membatasi penyebaran api pada suatu daerah atau kemampuan untuk secara menerus berperan menahan struktur ketika terpapar api.

c. Garansi

Rangka atap baja ringan memiliki garansi desain, material ataupun pemasangan. Karena hal-hal tersebut yang menjadi acuan baik atau tidaknya kualitas rangka tersebut selama berjalannya waktu. Karena itu pastikan aplikator rangka atap baja ringan tersebut memiliki komitmen akan hal tersebut, misalnya bagaimana profil perusahaan yang mumpuni untuk jangka waktu garansi yang diberikan.

Sumber

%d blogger menyukai ini: