HMTS UII

Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

BENDUNGAN DI ERA KE-KHALIFAHAN ISLAM

Posted by hmtsuii on November 20, 2009

Pada masa ke-khalifahan islam Ilmu pengetahuan telah menebar jaringnya ke segala ranah kehidupan,beragam karya bertebaran dari pemikiran cendekiawan muslim tak hanya karya dalam tataran pemikiran, tetapi juga berupa kontribusi pada pembuatan bangunan-bangunan megah pada masa itu .Para  ahli rekayasa sipil Muslim telah berhasil membangun sederet karya besar dalam bidang teknik sipil berupa; bendungan, jembatan, penerangan jalan umum, irigasi, hingga gedung pencakar langit. Dan bendungan adalah salah satu bangunan sipil karya cendekiawan Muslim yang dibuat pada masa keemasan Islam Walaupun, terkadang tak ada pengakuan jujur atas buah karya mereka. Dalam bukunya, History of Dams, Norman Smith, seorang ilmuwan Barat, mengungkapkan keprihatinannya itu. Ia menuliskannya saat mengawali bab dalam bukunya tersebut. Menurut Smith, yang dikutip situs Muslimheritage, sejarawan teknik sipil hampir sepenuhnya mengabaikan bangunan bendungan yang ada pada periode Muslim. Mereka tak membuat referensi mengenai hasil karya Muslim. Bahkan, dinyatakan pula, pada masa Ummayah dan Abbasiyah, pembangunan bendungan, irigasi, dan aktivitas teknik lainnya mengalami kemunduran tajam dan kepunahan. ”Pandangan seperti ini tak adil dan tak benar,” kata Smith.

Padahal, menurut Josef Schnitter, seorang arsitek dan ahli teknik, Muslim telah membangun banyak bendungan dengan beragam struktur dan bentuk. Mayoritas bendungan paling awal dibangun di wilayah Arabia,yang menjadi awal pusat penyebaran Islam. Schnitter mencontohkan keberadaan Qusaybah, sebuah bendungan yang ada di dekat Madinah, memiliki tinggi 30 meter dan panjang 205 meter. Berdasarkan penemuannya, sepertiga dari bendungan yang dibangun pada abad ke-7 dan ke-8 itu masih utuh hingga sekarang. Hal ini tentu saja menunjukkan kekuatan bangunan bendungan dan kemampuan arsitekturnya yang dimiliki para cendekiawan Muslim. Di Irak, di sekitar Kota Baghdad, terdapat sejumlah besar bendungan yang dibangun pada masa Kalifah Abbasiyah. Kebanyakan bendungan tersebut dibangun di Sungai Tigris yang menggambarkan kemampuan teknik sipil yang tinggi. Sebagai contoh, sebuah bendungan di Baghdad dibangun dari balok-balok batu yang dipotong dengan hati-hati.Lalu, balok-balok itu dipaku dengan paku besi. Lubang-lubang tempat paku besi ditancapkan, diisi dengan timah cair. Dari konstruksi bendungan itu, sudah terlihat kekuatan dan kekerasannya untuk menahan aliran air.pada masa itu pula peradaban Islam telah mampu membangun bendungan jembatan (bridge dam). Bendung jembatan itu digunakan untuk menggerakkan roda air yang bekerja dengan mekanisme peningkatan air. Salah satu bendungan jembatan pertama dibangun di Dezful, Iran.Bendung jembatan itu mampu menggelontorkan 50 kubik air untuk menyuplai kebutuhan masyarakat Muslim di kota itu. Setelah muncul di Dezful Iran ,bendung jembatan juga muncul di kota-kota lainnya di dunia Islam.Sehingga, masyarakat Muslim pada masa itu tak mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.Selain itu, di era kekhalifahan para insinyur Muslim juga sudah mampu membangun bendungan pengatur air diversion dam. Bendungan ini digunakan untuk mengatur atau mengalihkan arus air. Bendungan pengatur air itu pertama kali dibangun insinyur Muslim di Sungai Uzaym yang terletak di Jabal Hamrin, Irak. Setelah itu, bendungan semacam itu pun banyak dibangun di kota dan negeri lain di dunia Islam.

Di wilayah yang sekarang ini disebut Afghanistan, terdapat tiga bendungan lebih tua dibandingkan Kebar yang ada di Iran. Ketiga bendungan itu dibangun oleh Raja Mahmoud dari Ghaznah (998-1030). Bendungan dibangun di dekat ibu kota kerajaan, Kabul.Satu di antara ketiga bendungan itu dinamai sesuai namanya, yakni Bendungan Mahmoud. Bendungan tersebut memiliki tinggi 32 meter dan panjang 220 meter, yang terletak pada jarak 100 km dari Kabul.

Di pusat kekuasaan Islam di Spanyol, bendungan juga banyak berdiri. Konstruksinya tak kalah megah dan indah. Di Sungai Guadalquivir, Kordoba, terdapat sebuah bendungan tertua yang merupakan peninggalan masa pemerintahan Islam.Menurut seorang ahli geografi abad ke-12 bernama Al-Idrisi, bendungan itu terbuat dari batu qibtiyyah sedangkan pilar-pilarnya terbuat dari batu marmer. Bendungan dibangun mengikuti aliran zig-zag air sungai hingga seberang sungai. Bentuk bendungan ini menunjukkan orang-orang yang membangunnya, memiliki tujuan meningkatkan kapasitas air yang melimpah. Sisa-sisa bendungan tersebut masih dapat dilihat hingga saat ini.Diperkirakan, bendungan tersebut semula memiliki tinggi sekitar tujuh atau delapan meter di atas permukaan air tinggi, dengan ketebalan delapan kaki.

Di Iran, terdapat bendungan dengan nama Kebar yang dibangun pada abad ke-13. Bendungan itu dibuat dari pecahan-pecahan batu yang dicampur dengan adukan semen, yang terbuat dari jeruk nipis dilumatkan dengan abu tanaman gurun lokal.Campuran ini membuat adukan kuat dan keras. Adukan yang sangat ideal bagi pembuatan bendungan itu yang menjadikannya tahan lama. Selain itu, dengan adukan yang kuat itu membuat tak ada retakan pada bendungan.Selain itu, di Dezful, Iran, juga terdapat bendungan yang mampu mengalirkan 50 kubik air untuk menyuplai kebutuhan masyarakat Muslim di kota itu. Bendungan ini menjadi contoh bagi pembangunan bendungan di kota-kota lain.Keberadaan sejumlah bendungan, membuat masyarakat Muslim pada masa itu tak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Pun, mereka tak menghadapi kendala mendapatkan air yang dibutuhkan untuk mengairi kebun dan tanah pertanian mereka.Bukti lain kejeniusan para insinyur Muslim juga terlihat dari kokohnya delapan bendungan di Sungai Turia.Hingga ratusan tahun, bendungan-bendungan itu tak membutuhkan perbaikan sama sekali. Jika dilihat, tampaknya bendungan di Sungai Turia memiliki berat yang berlebihan pada badan bendungan. Ini bukannya tanpa sebab. Jadi, mereka tak sembarangan membuat bentuk bendungan yang semacam itu.

Bendungan dengan bentuk demikian, diperlukan untuk menahan aliran air sungai yang tak menentu gerakannya. Selain itu, juga untuk menahan hantaman pohon maupun batu.Bendungan di Sungai Turia berusia lebih dari 10 abad. Meski telah dimakan zaman, bendungan itu masih terus mampu memenuhi kebutuhan irigasi di Valencia, Spanyol, tanpa memerlukan tambahan sistem.Di Sungai Segura, umat Islam membangun sebuah bendungan untuk mengairi lahan yang luas di wilayah Murcia. Bendungan ini dibangun dengan rancangan dan konstruksi sempurna, dengan tinggi 25 kaki serta ketebalan 150 kaki dan l25 kaki.Layaknya bendungan lainnya, bendungan ini terbuat dari pecahan-pecahan batu dan adukan semen. Pada masa itu, teknik yang digunakan oleh para tukang batu dan insinyur Islam untuk membangun bendungan juga sudah sangat tinggi. Mereka sudah mampu mengukur baik kedalaman maupun lebar sungai. Sehingga, mereka bisa membuat desain bendungan yang cocok dengan ukuran sungai-sungai tersebut. Para insinyur Muslim telah memiliki kemampuan tinggi.Selain itu, mereka juga menggunakan metode survei. Manfaatnya, mereka mampu membangun sebuah bendungan di lokasi yang tepat dan paling sesuai. Tak hanya itu, mereka juga telah mampu menata sistem kanal yang begitu kompleks.Untuk mempermudah semua itu, mereka menggunakan astrolabes dan perhitungan trigonometri. Pada masa kekhalifahan, para cendekiawan Muslim merancang bangunan bendungan yang tak hanya berfungsi untuk mengatur air, tetapi juga mengalihkan arus air. Bendungan yang juga berfungsi sebagai pengatur air, pertama kali dibangun insinyur Muslim di Sungai Uzaym yang terletak di Jabal Hamrin, Irak. Setelah itu, bendungan semacam itu pun banyak dibangun di kota dan negeri lain di dunia Islam.

sumber :

www.republika.co.id

www.history-science-technology.com

www.muslimheritage.com

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Jembatan

Posted by hmtsuii on October 24, 2009

images3 images4 images2 images1 images18

images20 images19

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Jembatan “Y-Shaped-Cable-Stayed” Terpanjang Di Korea Selatan

Posted by hmtsuii on October 10, 2009

Incheon Bridge (jembatan incheon),yang sepintas terlihat seperti jembatan sura madu merupakan jembatan panjang yang dibangun untuk menhubungkan New Songdo Intelligent City dengan Incheon International Airport,Korea Selatan.Jembatan yang pembangunannya dijadwalkan selesai pada tahun 2009 ini, termasuk dalam 5 besar jembatan cable stayed terpanjang di dunia.

Untuk menyediakan akses yang dapat memperpendek jarak menuju Bandara Internasional Incheon ,Maka pemerintah korea selatan membangun jembatan baru sebagai akses kedua yang menghubungkan antara Bandara Internasional Incheon yang berlokasi dipulau yeongjong dengan New Songdo Intelligent City yang berada didekat kota incheon.

Sebelumnya , Pemerintah Korea Selatan telah membangun Yeongjong Grand Bridge sebagai jembatan utama menuju Bandara Internasional Incheon.Namun,dengan perkembangan wilayah disekitarnya dan untuk mendorong perekonomian nasional,khususnya disekitar kawasan tersebut, maka pemerintah ‘Negeri Ginseng’ membangun jembatan baru yang menghubungkan sentra-sentra bisnis yang strategis,yakni antara kota bisnis New Songdo dan bandara Internasional Incheon sebagai pintu gerbang menuju Ibukota Korea Selatan ,Seolseta kota bisnis incheon .Dengan adanya jembatan Incheon ini , maka jarak tempuh menuju Bandara Internasional Incheon dapat dipersingkat satu jam.

New Songdo Intelligent City , Merupakan Kota baru pertama di dunia yang didesain dan direncanakan sebagai sebuah area bisnis internasional ,sekaligus sebagai ‘pintu gerbang’ ke bagian timur laut Asia.Kota pintar New Songdo seluas 560 ha ini, berlokasi di dekat Incheon sekitar 28 km sebelah barat Seoul,80 km dari Pyongyang-Ibukota Korea Utara , dan berlokasi di antara China dan Jepang, serta berada dalam radius 3 km di wilayah penerbangan kawasan terpadat di dunia.

Sementara,kota metropolitan Incheon , adalah sebuah kota dan pelabuhan utama di pesisir barat Korea Selatan .Kota ini Juga berada dibawahsatu kuasa dari dua Zona Ekonomi Bebas di Korea, yang ditujukan agar menarik investasi asing .Incheon kini juga sedang berusaha menjadi pangkalan(hub) perusahaan dan finansial bersama dengan Zona Ekonomi Bebas Busan-Jinhae ,yang berpusat dipelabuhan selatan Busan.

Dengan keberadaannya yang begitu strategis dari bisnis , maka kedua kota metropolis ini , akan dihubungkan oleh Jembatan Incheon sepanjang 7,4 mil (12,3 km) dan jalan tol.Sehingga jika kedua kota tersebut terhubung , selain akan mempermudah akses ke Bandara internasional Incheon , Diharapkan pula dapat mendorong pembangunan perekonomian nasional dan meningkatkan logistik untuk Asia Timur Laut.

Incheon bridge yang kini masih dalam tahap penyelesaian akhir konstruksi ,pembangunannya dijadwalkan dapat selesaikan pada tahun 2009 ini. Jembatan ini, memiliki panjang total 12,3 km,lebar 33,4 m mempunyai 6 lajur jalan raya (terdapat 3 lajur jalan pada masing-masing arah ).Pylon jembatan berbentuk Y-shaped, dengan ketinggian tower mencapai 230,5 m.

Jembatan utama(main bridge )memiliki total panjang 1,3 km, didesain dengan konstruksi cable stayed , menggunakan material komposit baja. Panjang bentang utama (main span)adalah 800 m dan ketinggian bebas 74 m dari permukaan laut . Jembatan ini , dibangun membentang diatas air berkedalaman hingga 20 m dan dirancang dengan perlindungan yag kokoh dan aman terhadap dampak dari lalu lintas pelayaran.Sehingga, memungkinkan jalur lalu lintas kapal-kapal peti kemas menuju dan dari pelabuhan Incheon menjadi lebih leluasa dalam kondisi apapun.

Disebelah kanan dan kiri jembatan utama cable stayed , masing-masing merupakan approach bridge sepanjang 1,8 km dan viaduct bridge sepanjang 8,7 km, viaduct bridge berupa precast box girder , dimana pemasangannya menggunakan metode balance cantilever untuk approach dan metode full span launcing untuk viaduct.

New Songdo Intelligent City , Merupakan Kota baru pertama di dunia yang didesain dan direncanakan sebagai sebuah area bisnis internasional ,sekaligus sebagai ‘pintu gerbang’ ke bagian timur laut Asia.Kota pintar New Songdo seluas 560 ha ini, berlokasi di dekat Incheon sekitar 28 km sebelah barat Seoul,80 km dari Pyongyang-Ibukota Korea Utara , dan berlokasi di antara China dan Jepang, serta berada dalam radius 3 km di wilayah penerbangan kawasan terpadat di dunia.

Sementara,kota metropolitan Incheon , adalah sebuah kota dan pelabuhan utama di pesisir barat Korea Selatan .Kota ini Juga berada dibawahsatu kuasa dari dua Zona Ekonomi Bebas di Korea, yang ditujukan agar menarik investasi asing .Incheon kini juga sedang berusaha menjadi pangkalan(hub) perusahaan dan finansial bersama dengan Zona Ekonomi Bebas Busan-Jinhae ,yang berpusat dipelabuhan selatan Busan.

Dengan keberadaannya yang begitu strategis dari bisnis , maka kedua kota metropolis ini , akan dihubungkan oleh Jembatan Incheon sepanjang 7,4 mil (12,3 km) dan jalan tol.Sehingga jika kedua kota tersebut terhubung , selain akan mempermudah akses ke Bandara internasional Incheon , Diharapkan pula dapat mendorong pembangunan perekonomian nasional dan meningkatkan logistik untuk Asia Timur Laut.

Incheon bridge yang kini masih dalam tahap penyelesaian akhir konstruksi ,pembangunannya dijadwalkan dapat selesaikan pada tahun 2009 ini. Jembatan ini, memiliki panjang total 12,3 km,lebar 33,4 m mempunyai 6 lajur jalan raya (terdapat 3 lajur jalan pada masing-masing arah ).Pylon jembatan berbentuk Y-shaped, dengan ketinggian tower mencapai 230,5 m.

Jembatan utama(main bridge )memiliki total panjang 1,3 km, didesain dengan konstruksi cable stayed , menggunakan material komposit baja. Panjang bentang utama (main span)adalah 800 m dan ketinggian bebas 74 m dari permukaan laut . Jembatan ini , dibangun membentang diatas air berkedalaman hingga 20 m dan dirancang dengan perlindungan yag kokoh dan aman terhadap dampak dari lalu lintas pelayaran.Sehingga, memungkinkan jalur lalu lintas kapal-kapal peti kemas menuju dan dari pelabuhan Incheon menjadi lebih leluasa dalam kondisi apapun.

Sumber:

majalah tekno kosntruksi

www.skyscrapercity.com

www.incheon-bridge.com

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Gedung

Posted by hmtsuii on March 11, 2009

proyek PLTU

cimg1071

cimg0916

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Profile

Posted by hmtsuii on April 29, 2008

Kerjasama dan Hubungan Luar (KSHL) merupakan salah satu dari 6 departemen yang ada dijajaran HMTS UII dan berada dibawah Ketua I HMTS. Fungsi dari departemen ini adalah sebagai penghubung antara dunia mahasiswa Teknik Sipil UII dengan dunia diluar lingkup Teknik Sipil UII ditambah dengan hal-hal lain diluar Teknik Sipil, baik secara akademik maupun keorganisasian.

Harapan tertinggi dari Departemen ini adalah dapat menjadikan Teknik Sipil UII sebagai bagian dari universitas-universitas terbaik di Indonesia.

Posted in Kerjasama dan Hubungan Luar | Leave a Comment »

Millau Bridge, Tarn Valley

Posted by hmtsuii on March 18, 2008

1

2

3

4

5

All Pictures Taken From http://www.funonthenet.in

Posted in Photo Gallery | Leave a Comment »

A New Beginning

Posted by hmtsuii on March 17, 2008

Allhamdulillah…

Akhirnya Akhirnya dan Akhirnya…

Tepat pukul 12.30 senin 17 Maret 2008, blog HMTS ini telah diresmikan oleh Ketua Jurusan Teknik Sipil FTSP UII IR. Faisol AM, MS.

Dengan diresmikannya blog ini, kami berharap bisa lebih meningkatkan informasi dan komunikasi civitas akademica Jurusan Teknik Sipil UII.


Posted in News | Leave a Comment »

Profile

Posted by hmtsuii on March 17, 2008

PYLON adalah lembaga pers yang bergerak dibawah naungan departemen INFOKOM HMTS UII sebagai sarana untuk memperlancar arus informasi keteknik sipilan yang diperlukan masyarakat yang ingin menambah pengetahuan tentang dunia keteknik sipilan pada umumnya, dan mahasiswa teknik sipil lebih khususnya.

Posted in PYLON | Leave a Comment »

Profile

Posted by hmtsuii on March 16, 2008

Departemen Minat dan Bakat berada dibawah ketua III HMTS UII, yang membawahi berbagai macam kegiatan mahasiswa teknik sipil pada khususnya, terutama kegiatan diluar akademik seperti kegiatan yang berkaitan dengan seni, olahraga, malam keakraban dan sebagainya. Dan departemen diharapkan juga menjadi wadah bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kretifitas dan bakatnya diluar bidang akdemik. Diharapkan juga departemen ini menjadi perantara agar terjalinnya keakraban baik sesama mahasiswa jurusan Teknik Sipil UII maupun jurusan lainnya.

Posted in Minat dan Bakat | Leave a Comment »

Profile

Posted by hmtsuii on March 16, 2008

Departemen INFOKOM adalah departemen yang berada dibawah Ketua II HMTS UII. Departemen INFOKOM mempunyai tugas memberikan informasi yang berhubungan dengan dunia Teknik Sipil, dengan harapan informasi yang diberikan dapat menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi teman-teman. Selain itu departemen INFOKOM juga sebagai sarana komunikasi antar mahasiswa, dosen dan para alumnus. 

Posted in Informasi dan Komunikasi | Leave a Comment »